Keutamaan Sepuluh HariAakhir Ramadhan
Hendaknya setiap manusia pada sepuluh akhir ramadhan mengakhirinya dengan kebaikan dan meningkatkan ibadah. Kedua, turunnya Al-Qur’an pada lailatul qadar. Secara terminologis lailatul qadar adalah malam agung atau malam kemuliaan.

Keutamaan Sepuluh HariAakhir Ramadhan
Oleh : H. Cecep Aminudin
Hendaknya setiap manusia pada sepuluh akhir ramadhan mengakhirinya dengan kebaikan dan meningkatkan ibadah.
Kedua, turunnya Al-Qur’an pada lailatul qadar. Secara terminologis lailatul qadar adalah malam agung atau malam kemuliaan.
Assalamu’alaikum Wr. Wb.
اَلْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ حَمْدًا يُوَافِى نِعَمَهُ وَيُكَافِى مَزِيْدَهُ يَارَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ كَمَايَنْبَغِى لِجَلاَلِ وَجْهِكَ وَعَظِيْمِ سُلْطَانِكَ أَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلهَ اِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، اَللّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلى خَاتَمِ اْلاَنْبِيَآءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ سيدنا مُحَمَّدٍ وَّعَلى الِهِ وَصَحْبِهِ اَجْمَعِيْنَ. أَمَّا بَعْدُ فَيَا عِبَادَ اللهِ اِتَّقُوْا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ اِلاَّ وَاَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ
Marilah kita bersyukur kepada Allah Swt yang telah memberikan kesehatan, keimanan dan kesejahteraan. Shalawat salam kita haturkan kepada Nabi Muhammad SAW., kepada keluarganya, sahabatnya dan kita sebagai umatnya.
Bulan Ramadhan merupakan peningkatan kebaikan bagi orang-orang yang bertaqwa. Dari Aisyah ra., menceritakan tentang kondisi Nabi Muhammad SAW. ketika memasuki sepuluh hari terakhir ramadhan : Beliau jika memasuki sepuluh hari terkahir ramadhan, mengencangkan ikat pinggang, menghidupkan malamnya dan membangunkan keluarganya.
Keutamaan sepuluh hari terakhir ramadhan, yaitu: Pertama, penutup bulan Ramadhan. Rasulullah SAW. berdo’a :
اللهم اجعل خير عمري آخره وخير عملي خواتمه وخير أيامي يوم ألقاك
Ya Allah, jadikan sebaik-baik umurku adalah penghujungnya. Dan jadikan sebaik-baik amalku adalah pamungkasnya. Dan jadikan sebaik-baik hari-hariku adalah hari di mana saya berjumpa dengan-Mu Kelak.”
Hendaknya setiap manusia pada sepuluh akhir ramadhan mengakhirinya dengan kebaikan dan meningkatkan ibadah.
Kedua, turunnya Al-Qur’an pada lailatul qadar. Secara terminologis lailatul qadar adalah malam agung atau malam kemuliaan.
اِنَّآ اَنْزَلْنٰهُ فِيْ لَيْلَةِ الْقَدْرِ
Sesungguhnya Kami telah turunkan Al-Qur’an pada malam kemulyaan. (QS.Al-Qadar : 1)
شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِيْٓ اُنْزِلَ فِيْهِ الْقُرْاٰنُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنٰتٍ مِّنَ الْهُدٰى وَالْفُرْقَانِۚ
Bulan Ramadhan adalah bulan diturunkan di dalamnya Al-Qur’an, sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan dari petunjuk dan pembeda antara yang hak dan yang batil. (QS. Al-Baqarah : 185)
Al-Qur’an menunjukan lailatul qadar itu turun di bulan Ramadhan. Sabda Nabi Muhammad SAW.:
التمسوها في العشر الأواخر من رمضان
Carilah lailatul qadar di sepuluh terakhir Ramadhan.
Di kalangan umat muslim masyhur bahwa lailatul qadar itu turun pada tanggal 27 Ramadhan, sebagaimana pendapat Ibnu Abbas, Ubai bin Ka’ab dan Ibnu Umar ra. Akan tetapi tidak ada konsensus pastinya.
Ada yang berpendapat ia turun di malam dua puluh satu, malam dua puluh tiga, dua puluh lima, bahkan ada yang berpendapat tidak tertentu. Ada yang berpendapat lailatul qadar pindah-pindah, pendapat lain lailatul qadar ada di sepanjang tahun.
Ketiga, malam penuh keberkahan.
اِنَّآ اَنْزَلْنٰهُ فِيْ لَيْلَةٍ مُّبٰرَكَةٍ اِنَّا كُنَّا مُنْذِرِيْنَ
Sesungguhnya Kami menurunkannya pada malam yang diberkahi. Sungguh, Kamilah yang memberi peringatan. (QS.Ad-Dukhon : 3)
Keempat, malam penuh keselamatan dan kesejahteraan
سَلٰمٌ ۛهِيَ حَتّٰى مَطْلَعِ الْفَجْرِ
Sejahteralah (malam itu) sampai terbit fajar. (QS.Al-Qadr : 5)
Kelima, bulan Ramadhan sebagai penebus dosa. Rasulullah bersabda:
اَلصَّلَوَاتُ الْخَمْسُ وَالْجُمْعَةُ إلَى الْجُمْعَةِ وَرَمَضَاُن إلَى رَمَضَانَ مُكَفِّرَاةٌ مَا بَيْنَهُنَّ إذَاجْتَنَبَ اْلكَبَائِرَ
Jarak antara shalat lima waktu, shalat Jumat dengan Jumat berikutnya dan puasa Ramadhan dengan Ramadhan berikutnya merupakan penebus dosa-dosa yang ada diantaranya, apabila tidak melakukan dosa besar. (HR Muslim)
Menurut Syekh Ali Hasan Abdul Hamid, diantara ciri-ciri malam lailatul qadar, yaitu pagi harinya tidak menyilaukan, malamnya cerah dan sejuk.
اَخْبَرَنَا رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ لَيْلَةِ الْقَدْرِ قَالَ هِيَ فِى شَهْرِ رَمَضَانَ فِى الْعَشْرِ اْلأَوَاخِرِ لَيْلَةَ اِحْدَيْ وَعِشْرِيْنَ اَوْثَلَثَةٍ وَعِشْرِيْنَ اَوْسَبْعٍ وَعِشْرِيْنَ اَوْ تِسْعٍ وَعِشْرِيْنَ اَوْ اَخِرِ لَيْلَةٍ مِنْ رَمَضَانَ مَنْ قَامَهَا اِيْمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مِنْ ذَنْبِهِ مَا تَقَدَّمَ وَمَا تَأَخَّرّ .
Rasulullah SAW mengabarkan kepada kami tentang Lailatul Qadar, beliau bersabda: dia (Lailatul Qadar) di bulan Ramadhan di puluhan yang akhir yaitu malam 21, 23, 25, 27 atau malam 29, atau di akhir malam Ramadhan. (HR.Ahmad)
Rasulullah bersabda:
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إيْمَا نًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
Barangsiapa berpuasa di bulan Ramadhan karena Iman dan mengharap pahala dari Allah maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu. (HR Bukhari Muslim)
Hidupkanlah sepuluh hari akhir Ramadhan dan memperbanyak do’a, karena do’a orang yang berpuasa itu mustajab. Rasulullah SAW bersabda:
ثَلَاثُ دَعَوَاتٍ مُسْتَجَابَاتٍ ؛دَعْوَةُ الصَّائِمِ وَدَعْوَةُ الْمُسَافِرِ وَدَعْوَةُ الْمَظْلُوْمِ
Ada tiga macam doa yang mustajab, yaitu doa orang yang sedang puasa, doa musafir dan doa orang yang teraniaya. (HR. Baihaqi)
وَعَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ : قُلْت : يَا رَسُولَ اللَّهِ ، أَرَأَيْت إنْ عَلِمْت أَيُّ لَيْلَةٍ لَيْلَةُ الْقَدْرِ ، مَا أَقُولُ فِيهَا ؟ قَالَ : قُولِي : اللَّهُمَّ إنَّك عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي
Wassalamualaikum Wr. Wb.
Penulis Pengurus PP Muhammadiyah Cabang Garut





