Kolom Sosial Politik

Kertajati Jadi Pangkalan Militer AS?

13views

 

Oleh: Ridhazia

BANDARA  Internasional Kertajati di Kabupaten Majalengka diributkan telah menjadi pangkalan militer Amerika Serikat.

Keputusan ini menandai babak baru dalam dinamika pertahanan di kawasan Indo-Pasifik setelah Menteri Pertahanan Indonesia, Sjafrie Sjamsoeddin, bertemu Sekretaris Pertahanan Amerika Serikat, Pete Hegseth, di Pentagon pada April 2026.

Bengkel Pemeliharaan

Washington sebelumnya menawarkan kalau Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati di Majalengka mulai beroperasi pada tanggal 24 Mei 2018 digunakan menjadi pusat perawatan pesawat (Maintenance, Repair, and Overhaul / MRO) Hercules C-130.

Dengan mengalihkan fungsi sebagian lahan bandara menjadi hub perawatan pesawat militer regional mengubah beban fiskal daerah menjadi aset produktif.

Apalagi bandara ini sejak awal Juni 2025, operasional penerbangan domestik dihentikan sementara akibat minimnya jumlah penumpang.

Espisentrum Rivalitas

Tapi bagi sejumlah pengamat hubungan internasional antara lain dosen Hubungan Internasional (HI) UIN Bandung Pasqa Muhamad kalau tawaran dari Pentagon tersebut akan memancing Indonesia terperangkap rivalitas hegemonis antara Amerika Serikat dan China di Indo-Pasifik.

Bahkan, Indonesia menjadi episentrum kontestasi geostrategi karena berada tepat di persimpangan jalan perebutan pengaruh global. Secara perlahan dan pasti militer Indonesia tersedot ke dalam orbit strategis Washington.

Kekhawatiran ini beralasan karena kerja sama perbengkelan pesawat bisa bertransformasi menjadi pangkalan militer terselubung dan melanggar prinsip politik luar negeri Indonesia yang bebas aktif.

#terimakasihpasqamuhammad

  * Ridhazia, dosen senior Fidkom UIN Sunan Gunung Djati, kolumnis, pemerhati psikologi dan komunikasi sosial politik, bermukim di Bandung, Jawa Barat.

Leave a Response