
Bandung – BANDUNGPOS : Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menegaskan pentingnya konsistensi organisasi dalam menjalankan roda sepak bola di tingkat kota. Menurutnya, stabilitas dan kepatuhan terhadap aturan organisasi menjadi fondasi utama bagi perkembangan sepak bola di Kota Bandung.
Ia menyebutkan bahwa pelaksanaan program oleh Asosiasi Kota (ASKOT) PSSI Kota Bandung harus mencerminkan komitmen terhadap tata kelola yang baik. Konsistensi tersebut — lanjut Farhan, menjadi bentuk kepatuhan organisasi terhadap aturan yang telah ditetapkan oleh Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia.
“Yang harus dilaksanakan adalah program yang menunjukkan konsistensi dan stabilitas ASKOT PSSI Kota Bandung. Ini sangat penting sebagai bentuk kompliansi terhadap statuta PSSI yang menjadi pedoman organisasi,” ujar Farhan pada acara Kongres PSSI Kota Bandung sekaligus Milangkala 93 tahun Persib Bandung bertempat di Gedung PSSI Provinsi Jawa Barat, Jalan Lodaya Kota Bandung Sabtu (14/3/2026).
.Farhan juga mengapresiasi kehadiran pengurus Asosiasi Provinsi PSSI Jawa Barat dalam pertemuan tersebut. Ia mengaku sempat berdiskusi singkat dengan jajaran pengurus dan menilai adanya kesamaan visi dalam upaya memajukan pembinaan sepak bola di daerah.
“Kami sepaham bahwa ASKOT dan ASPROV memiliki kewajiban melahirkan talenta-talenta baru. Karena itu talent scouting menjadi sangat penting, begitu juga pembinaan yang berkelanjutan,” katanya.
Farhan menambahkan bahwa keberadaan kompetisi seperti Liga Jabar Istimewa dan Liga Bandung Utama diharapkan dapat menciptakan sistem kompetisi berjenjang. Dengan demikian, para pemain muda memiliki jalur pembinaan yang jelas dari level kota hingga provinsi.
Selain membahas pembinaan sepak bola, Farhan juga menyinggung dinamika diskusi mengenai sejarah berdirinya Persib Bandung. Ia menilai perbedaan pandangan merupakan hal wajar dalam proses memperkaya diskursus sejarah.
“Oh, sebuah diskursus itu harus ada. Dinamika itu perlu supaya kita tidak terlalu nyaman dengan satu pandangan. Tapi sekarang kita sudah sepakat bahwa tanggal berdiri Persib adalah 14 Maret 1933,” kata Farhan.
Langkah Pembinaan
Ditempat yang sama, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Kota Bandung, H. Sigit Iskandar, menegaskan bahwa program penguatan kompetisi olahraga di Kota Bandung akan terus didorong melalui berbagai langkah pembinaan.
Salah satu fokus utama adalah memperkuat kualitas pelatihan atlet dan pelatih agar prestasi olahraga daerah semakin meningkat.
Menurut Sigit, pengembangan program yang berjalan saat ini harus mampu menghadirkan pembinaan yang lebih baik dan terstruktur. Ia menyebutkan bahwa sinergi antara pengurus cabang olahraga dan pemerintah daerah menjadi faktor penting dalam menciptakan sistem pembinaan yang berkelanjutan.
“Dengan program Bandung Utama ini kita gaspol. Pembinaan harus lebih berkembang dan lebih baik lagi. Tadi Pak Ketua juga sudah berdiskusi untuk meningkatkan pelatihan, bahkan menghadirkan coaching clinic dari luar negeri seperti dari Prancis dan negara lain,” kata Sigit.
Ia menjelaskan, kehadiran pelatih atau instruktur dari luar negeri diharapkan mampu meningkatkan kualitas metode latihan yang diterapkan di Bandung. Dengan demikian, para pelatih lokal dapat menyerap pengetahuan baru yang berdampak pada peningkatan kualitas pembinaan atlet.
Disisi lan Sigit menilaii kompetisi seperti Liga Bandung Utama dapat menjadi sarana penting untuk menggerakkan ekosistem olahraga di Kota Bandung. Dengan semakin banyak event olahraga, diharapkan masyarakat semakin terdorong untuk berpartisipasi.
“Ketika kita banyak menggelar event-event olahraga, orang akan datang ke Bandung. Selain meningkatkan prestasi, kegiatan itu juga akan menggerakkan masyarakat agar lebih aktif berolahraga,” ucap Sigit. (den)***





