
Ke Surga Bersama Buku
Oleh Bachtiar Adnan Kusuma. S.Sos. MM
Siapa yang tak mengenal Ibnu al-Jauzi? Ia adalah ulama besar yang diberi anugerah atas kecintaannya yang begitu besar pada buku.
Gelarnya, al-Jauzi berasal dari pohon jauz atau sebangsa kacang-kacangan yang tumbuh di dalam rumahnya. Tidak ada orang lain yang memiliki pohon jauz, kecuali Ibnu al-Jauzi.
Siyar A’lam Nubala, al-Dzahabi memeriwayatkan kisah dari Abu Muzhaffar, cucu Ibnu al-Jauzi, menegaskan “Aku mendengar kakekku bercerita di atas mimbar, dengan jari-jari ini aku menulis dua ribu jilid. Seratus ribu orang bertaubat di mendapatkan dan dua puluh ribu orang memeluk Islam di dapat.”
Nah, kecintaan Ibnu Jauzi dengan membaca dan menulis buku tidak padam dengan perjalanan waktu. Di dalam surga pun ia bersama buku.
Sepeninggal Ibnu Jauzi, ada orang yang bermimpi bertemu dengannya. Ia melihat Ibnu Jauzi sedang berada di sebuah kota yang dinding-dindingnya dikelilingi penuh buku. Tak ada hiasan lain, dan Ibnu Jauzi tampak duduk. Ia sibuk membaca buku dan di samping kiri dan pemikiran penuh buku.
Salah seorang ulama mendekati Ibnu Jauzi dan bertanya” Di kota ini, semua dindingnya berupa buku dan disekelilingnya penuh dengan buku.
Mengapa demikian? Ibnu Jauzi menjawabnya, dulu aku meminta agar setelah wafat Allah menganugerahkan kepadaku kesibukan sebagaimana kesibukanku saat di dunia dan Allah mengabulkannya.
Ibnu Jauzi adalah pribadi tekun dan dikenal pembaca dan penulis, melampau ulama pada masanya.
Ia tak pernah puas dengan berapapun kitab yang sudah khatam dibacanya. Dan, Ibnu Jauzi tak pernah berhenti membaca. Ibnu Jauzi telah membuktikannya dengan fakta bahwa dengan membaca dan menulis sampai ke Surga.
Benarlah sabda Nabi Muhammad saw” Dua orang yang rakus tak pernah kenyang: pintu ilmu dan pemburu dunia”.*Bachtiar Adnan Kusuma, Pembaca, Penulis, Pembicara, Motivator
Editor : Rianto Muradi





