Jelang BK Porprov Pengcab Akuatik Kota Bandung Gelar Bandung Utama Open Swimming Championship
Bandung, BANDUNGPOS.ID – Sebanyak 16 atlet renang kota Bandung tampil di West Java Swimming Series 2025 – Championship & Short Course atau yang telah dikenal dengan nama Jabar Series. Pada tahun 2025 ini diselenggarakan dalam 2 Seri.
Seri 1 digelar di Kota Bandung tanggal 16-18 Mei di Kolam renang Universitas Pendidikan Indonesia (UOI) Bandung. Seri ke-2 dilaksanakan di Kabupetan Garut tanggal 24-26 Oktober di Kolam Renan Talaga Bodas , Kabupaten Garut.
Sementara pada tahun lalu Jabar Series diselenggarakan dalam 3 seri. Masing-masing Seri 1 diselenggarakan di Kota Bandung tanggal 24 – 26 Mei 2024 di Kolam Renang Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Kota Bandung.
Seri 2 diselenggarakan di Kota Cirebon tanggal 26 – 28 Juli 2024 di Kolam Renang Catherine Surya, Kota Cirebon dan Seri 3 diselenggarakan di Kabupaten Garut tanggal 25 – 27 Oktober 2024 di Kolam Renang Talaga Bodas, Kabupaten Garut.
Di Jabar Series tahun ini sebanyak 16 perenang, masing-masing 8 perenang putra dan 8 perenang putri kota Bandung tampil.
“Saya nilai atlet tunjangan prestasi (Tupres) KONI Kota Bandung tampil sesuai harapan, Misalnya Nadia Aisyah Nurazmi di nomor 50 m, 100 m dan 200 m gaya bebas putri menjadi perenang Terbaik. Di Jabar Series alhamdulilah beberapa perenang Kota Bandung mendapat gelar The Best.” ujar Ketua Umum Pengurus Cabang (Pengcab) Federasi Akuatik Indonesia Kota Bandung Aam Nurjaman, Selasa (10/6/2025).
Aam mengatakan, fokus latihan mereka sebenarnya belum optimal saat menghadapi Jabar Series. Hal ini karena mereka lebih fokus ke gelaran Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jabar tahun 2026.
“Kita membidik 12 medali emas di Porprov pada nomor Open Water Swimming (OWS) dan renang yang sekarang sudah di Tupreskan. Keinginan Pak Walikota lebih dari 12 emas. Pokokna sing loba (Pokoknya haus banyak) ujar Pak Farhan saat itu,” kata Aam.
Dari nomor akuatik – lanjut Aam, target emas yang dibidik sebanyak 18 sampai 20 keping, masing-masing dari renang, renang perairan terbuka, loncat indah, polo air dan renang indah. Aam menegaskan, upaya harus benar-benar dimaksimalkan agar target mampu dipenuhi.
“Sektor putri menjadi andalan cabor renang kota Bandung di pentas Porprov. Di sektor putri ada nama Nadia, Nuraeni dan Filo. Kemudian di nomor estafet putri pun kita kuat. Sementara di sektor putra barangkali kita menjadi kuda hitam. Misalnya perenang Teja Saputra di nomor 200 m gaya kupu-kupu. Tentu kita mengharap ada kejutan dari Teja Di sektor putra. seperti diketahui, perenang Kota Bandung bakal menghadapi lawan-lawan tangguh seperti Fadlan, Erik, Dwiki ataupun Reza Bayu. Perenang putra Kota Bandung adalah juniornya mereka ” papar Aam.
Pada Porprov sebelumnya perenang kota Bandung hanya mempersembahkan 2 medali emas dari nomor estafet putra/putri dari terget sebelumnya 8 medali emas. Sementara Babak Kualifikasi (BK) cabor renang Porprov bakal dilaksanakan Oktober 2025 di Garut.
“Menyongsong BK Porprov kami berlatih setiap hari di klub masing-masing. Satu bulan sekali kita kumpul, antara atlet dan pelatih untuk melakukan evaluasi dan program latihan para pelatih sekaligus evaluasi hasil Jabar Series dan Kejurnas di Jakarta. Evaluasi dilakukan pelatih utama Dani Munandar dari klub ESC didampingi Muhamad Idam Dasuki,” papar Aam.
Sebelum tampil di BK Porprov, para perenang Kota Bandung terlebih dahulu akan tampil di Bandung Utama Open Swimming Championship di kolam renang UPI Bandung mulai 5 sampai 7 September 2025. Ajang ini menurut Aam bakal menjadi tokok ukur kekuatan perenang kota Bandung jelang tampil di BK Porprov.
Ketika disinggung superioritas perenang Jabar di Kejurnas bulan Mei yang baru lalu, Aam mengatakan Jabar berada di posisi 3 dengan menyabet 24 medali emas, 31 perak dan 29 perunggu. Posisi Jabar berada dibawah DKI Jaya dan Jawa Timur. Sementara perenang asal kota Bandung atas nama Nadia memberi kontribusi 3 medali emas
“Kejurnas tersebut dijadikan seleksi untuk SEA Games 2026 di Thailand. Bagi Jabar ajang Kejurnas tersebut dijadikan pemantauan juga untuk melihat bibit atlet muda potensial di cabor renang. Saat ini mayoritas perenang Kota Bandung masih duduk dibangku SMP dan SMA. Intinya dari semua kelompok umur ada,” ujar Aam. (Deden .GP)





