
Oleh: Ridhazia
ZOHRAN Mamdani bukan satu-satunya politisi muslim di Amerika Serikat (AS) yang sukses merebut posisi walikota
New York.
Ada politisi muslim lain yang prestisius serupa yaitu Abdullah Hammoud yang terpilih kembali sebagai Wali Kota Dearborn, Michigan.
Sebelumnya juga ada politisi muslim Amer Ghaleb yang menjabat sebagai wali kota Hamtramck, Michigan. Dan, Bill Bazzi sebagai Wali Kota Dearborn Heights.
Mengutip Al-Jazeera Kamis (6/11/2025) tersebut pula nama politisi wanita Ghazala Hashmi yang memenangkan pemilihan wakil gubernur negara bagian Virginia dalam kontestasi tahun 2025.
Yang lebih fenomenal lagi, Lateefah Simon. Ia menjadi wanita pertama keturunan Palestina yang duduk di Kongres, DPR -nya Amerika Serikat dari California.
Semakin Solid
Berdasarkan proyeksi dari Pew Research Center, populasi muslim di AS diperkirakan akan meningkat menjadi sekitar 2,1% dari total populasi pada tahun 2050, mencapai sekitar 8,1 juta jiwa.
Dengan kata lain, angka pertumbuhan jumlah penduduk muslim itu tidak terlalu siginifikan untuk menyebut alasan dibalik sukses kontestasi politik.
Tetapi agama Islam menjadi satu agama yang paling cepat berkembang di AS, terutama didorong oleh pertemanan penduduk dari keluarga imigran yang membuat jaringan politik baru.
Dengan kata lain, pertumbuhan populasi ini secara alami meningkatkan jumlah pemilih muslim. Ditambah soliditas muslim di negeri Paman Sam itu semakin baik.
Organisasi-organisasi seperti Council on American-Islam Relations (CAIR) melakukan survei sekaligus memobilisasi massa untuk memastikan partisipasi suara muslim sebagai blok suara yang penting di beberapa negara bagian kunci ( swing states).
Kematangan politik muslim ada relevansinya dengan kematangan politik, identitas kemusliman dan kemampuan kandidat muslim untuk menavigasi lanskap politik Amerika yang kompleks.
Penerimaan rakyat AS yang liberal memungkinkan kandidat dari latar belakang agama yang berbeda mendapat simpatik. Apalagi kandidat muslim kerap menekankan kesamaan nilai-nilai universal.
Fokus pada Gaza
Keberhasilan politisi muslim di Amerika Serikat ada kaitan dengan isu-isu domestik serta ketidak puasa rakyat atas kebijakan luar negeri tentang konflik di Timur Tengah, khususnya di Gaza.
Sikap publik Amerika Serikat terhadap tindakan militer Israel di Gaza yang semakin negatif menambah nilai plus bagi kandidat berasal dari muslim.
Sikap warga AS itu terbaca dalam jajak pendapat terbaru oleh The Associated Press-NORC Center for Public Affairs Research (AP-NORC) pada 11-15 September 2025.
* Terimakasih atas diskusi dan konfirmasi Pasqa Muhammad, Dosen Hubungan Internasional.
* Ridhazia, dosen senior Fidkom UIN Sunan Gunung Djati, jurnalis dan kolumnis, pemerhati psikologi dan komunikasi sosial politik, bermukim di Bandung, Jawa Barat.




