
KAB.BANDUNG, bandungpos.id – Komitmen Fakultas Kedokteran Universitas Islam Bandung (FK Unisba) dalam menjalankan pengabdian kepada masyarakat kembali diwujudkan melalui kegiatan bakti sosial Karuna Swasthyaseva 2026 di Desa Patrolsari, Kecamatan Arjasari, Kabupaten Bandung, Sabtu (27/6/2026). Kegiatan bertema “Menjadi Bermakna dengan Aksi Nyata” ini menghadirkan layanan kesehatan sekaligus edukasi bagi 360 warga.
Program bakti sosial tersebut meliputi penyuluhan mengenai Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dan hipertensi, pemeriksaan kesehatan umum, pengobatan gratis, serta penyediaan sembako murah. Seluruh rangkaian kegiatan dirancang untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan sekaligus memperluas akses layanan medis.
Ketua Pelaksana, Damai Arya Ramadhan Hakim, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut menjadi implementasi nyata nilai “Ilmu dan Amal” yang selalu ditanamkan kepada mahasiswa Fakultas Kedokteran Unisba.
Mengutip pepatah Arab, “Ilmu tanpa amal bagaikan pohon tanpa buah,” Damai mengatakan bahwa ilmu yang diperoleh selama masa pendidikan harus diwujudkan dalam bentuk pelayanan yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
“Bagi kami, ini adalah langkah awal mengamalkan ilmu untuk menjadi dokter yang tidak hanya kompeten secara medis, tetapi juga bermakna dan bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Pemerintah Desa dan Puskesmas Apresiasi Kepedulian Mahasiswa
Kegiatan bakti sosial mendapat sambutan positif dari Pemerintah Desa Patrolsari, Pemerintah Kecamatan Arjasari, serta Puskesmas Arjasari. Kepala Desa Patrolsari, Agus Supriadi, menyampaikan apresiasinya atas kepedulian mahasiswa FK Unisba yang memilih wilayahnya sebagai lokasi pengabdian.
Menurut Agus, pemeriksaan kesehatan dan penyuluhan yang diberikan sangat membantu masyarakat dalam meningkatkan kesadaran terhadap deteksi dini berbagai penyakit, terutama hipertensi yang kerap tidak disadari penderitanya.
“Kami berterima kasih atas kepedulian mahasiswa FK Unisba. Layanan pemeriksaan kesehatan dan edukasi yang diberikan sangat membantu warga kami dalam deteksi dini penyakit, terutama terkait hipertensi yang sering kali tidak disadari masyarakat,” katanya.
Dukungan serupa juga disampaikan Puskesmas Arjasari yang selama ini menjalin kerja sama dengan FK Unisba. Pihak puskesmas menilai mahasiswa memiliki kemampuan yang baik dalam bidang kesehatan masyarakat sehingga mampu memberikan pelayanan yang sesuai dengan kebutuhan warga.
Bekal Pengalaman Lapangan bagi Calon Dokter
Dekan FK Unisba, Dr. Santun Bhekti Rahimah, dr., M.Kes., MMRS., mengatakan bahwa kegiatan bakti sosial merupakan bagian dari proses pendidikan yang membentuk mahasiswa menjadi dokter yang profesional sekaligus memiliki kepedulian sosial.
“Kegiatan ini memberikan pengalaman berharga bagi mahasiswa. Kami berharap perjalanan mereka hari ini menjadi saksi bukti pengabdian mereka di masa depan. Semoga kelak akan ada putra-putri daerah dari Kecamatan Arjasari yang menempuh pendidikan kedokteran di Unisba,” ujar Santun.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan tersebut didampingi oleh 12 dokter pembimbing yang terdiri atas dosen dan alumni Fakultas Kedokteran Unisba. Pendampingan ini memastikan mahasiswa memperoleh pengalaman belajar secara langsung di lapangan dengan arahan yang tepat, sekaligus menjaga kualitas pelayanan kesehatan yang diberikan kepada masyarakat.
Kehadiran para dokter pembimbing menjadi bagian dari komitmen FK Unisba dalam mengintegrasikan pembelajaran akademik dengan praktik lapangan. Melalui pengalaman tersebut, mahasiswa tidak hanya meningkatkan kompetensi klinis, tetapi juga mengembangkan kemampuan komunikasi, empati, dan profesionalisme sebagai bekal ketika mengabdikan diri kepada masyarakat setelah menyelesaikan pendidikan.(ask)***





