Olahraga

Diputuskan, Kabupaten Indramayu Tuan Rumah Peparda 2026

485views

 

Bandung,BANDUNGPOS.ID –Sebanyak 360 peserta mulai usia 17 hingga 23 tahun mengikuti tes fisik saat kegiatan Talent Scouting atau pencarian bibit atlet disabilitas bersama National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Jawa Barat di Gedung Laga Tangkas, Komplek SPOrT Jabar Arcamanik, Jalan Pacuan Kuda Kota Bandung, Selasa (27/5/2025).

Kegiatan yang bertajuk “Mendobrak Batas Dari Jawa Barat Untuk Indonesia” ini diikuti peserta disabilitas dari berbagai daerah di wilayah Jawa Barat. Sejauh ini peserta dari Jawa Barat adalah yang terbanyak dengan 350 peserta. Dibawah Jabar adalah Jawa Tengah dengan jumlah peserta berada diangka 250.

Hadir pada kegiatan tersebut Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan, Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Jabar Katarina Endang Sarwestri, Ketua National Paralympik Committee (NPC) Pusat Senny Marbun, Kadispora Jabar Hery Agis Antasari dan  Ketua Umum NPCI Jabar Hary Susanto.

Wagub Erwan mengatakan, penyandang disabilitas saat ini mendapat perlakuan yang sama sehingga mereka betul-betul merasa dihargai, dengan demikian semangat mereka akan lebih besar lagi saat bertanding di multi event penyandang disabilitas.

“Saya berharap perhatian dari pemerintah kota atau kabupaten terhadap NPCI tak ada lagi diskriminasi. Kita belum tentu sehebat dan setegar mereka. Intinya saya sangat mengapresiasi kegiatan ini,” ujar Erwan sesaat setelah membuka kegiatan talent scouting yang digagas NPCI Jabar,

Perhatian Pemprov Jabar sejauh ini menurut Erwan dilakukan secara bertahap. Yang telah dilaksanakan adalah pemberian bonus Peparnas XVII 2024 di Solo yang nominalnya sama dengan bonus PON XXI 2024 di Aceh dan Sumatera Utara.

“Kedepan, soal fasilitaspun akan kita samakan dengan atlet regular, tidak ada perbedaan. Rasanya percuma kita mengadakan acara talent scouting seperti ini namun disisi lain fasilitas mereka (penyandang disabilitas) tidak terpenuhi. Oleh karena itu semua akan kita penuhi kebutuhan mereka sebagai syarat untuk pencapaian prestasi,” tegas Erwan.

Pada kesempatan itu Erwanpun menyinggung tentang tuan rumah Pekan Paralympik Daerah (Peparda) 2026. Menurutnya, Kabupaten Indramayu sudah diputuskan menjadi tuan rumah Peparda 2026.

“Kabupaten Indramayu sudah fix menjadi penyelenggara Peparda 2026, sekarang tinggal menunggu SK penunjukkan saja. Kita sudah berkomunikasi dengan Kadispora Jabar untuk segala sesuatunya menyangkut kelancaran penyelenggaraan sehingga betul-betul menjadi penyelenggara yang baik dan menghasilkan atlet handal untuk persiapan Peparnas 2028,” tutur Erwan.

Dikesempatan yang sama Ketua Panitia Pelaksana talent scouting “Mendobrak Batas Dari Jawa Barat Untuk Indonesia” tingkat Jabar Katarina Endang Sarwestri yang juga Kajati Jabar mengatakan, ajang ini menjadi kesempatan untuk para atlet menunjukkan kapasitasnya.

“Saya berharap semua atlet Jabar yang mengikuti  kegiatan ini bisa memanfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya. Dengan begitu ada peluang dan kesempatan untuk membela bangsa dan negara dikancah olahraga paralympic internasional,” ujar Katarina.

Sementara itu Ketua NPC Pusat Senny Marbun sependapat dengan statemen Wagub Erwan Setiawan menyangkut tidak adanya perbedaan antara atlet normal dan penyendang disabilitas.

“Kalau di Solo sih sudah oke karena faktor Jokowi. Dan untuk Jawa Barat saya menaruh harapan besar untuk bisa mengikuti jejak di Solo. Saya nilai sejauh ini perkembangan prestasi penyandang disabiltas di Jabar jauh lebih berkembang,” ujar Senny.

Kegiatan talent scouting – ujar Senny, diikuti 36 provinsi di seluruh Indonesia. Sedangkan yang telah memulai kegiatan talent scouting baru 7 provinsi termasuk didalamnya provins Jabar.

“Satu provinsi dapat calon atlet 4 orang saja sudah bagus banget. Ingat cari bibit atlet itu tidak gampang dan membinanyapun tidak mudah. Nantinya setelah selesai talent scouting di 36 provisni akan kita kumpulkan semua. Nanti pelatih akan menentukan, si calon atlet ini cocoknya masuk ke cabor mana,” ungkap Senny.

Ditempat yang sama Ketua NPCI Jabar Hary Susanto mengakui atlet disabilitas di Jabar banyak yang sudah tidak muda lagi. Lantaran itu kegiatan talent scouting NPCI Jabar banyak keuntungan yang bisa dipetik, antara lain atlet-atlet muda dari kota dan kabupaten bermunculan, hal ini sekaligus untuk data base NPCI Jabar.

“Saat ini hadir 360 peserta di kegiatan talent scouting. Mereka datang dari 27 kota/kabupaten di Jabar . Sementara kualifikasi yang diutamakan  antara lain dari tuna daksa, tuna netra dan tuna grahita. Sedangkan usia maksimal  di 23 tahun dan minimal 17 tahun. Tapi seandainya ada dibawah 17 tahun namun berpotensi, kita akan kita rekrut juga,” ujar Hary.

Menyangkut tuan rumah Peparda 2026 yang telah diputuskan digelar di Kabupaten Indramayu, Hary mengatakan akan mengikuti apa yang telah diputuskan Pemprov Jabar. Yang penting – tutur Hary, semuanya bisa terlaksana dengan baik.

“Soal sarana dan prasarana harus dipersiapkan semaksimal mungkin agar pada pelaksanaannya nanti tidak menjadi penghambat untuk lahirnya sebuah prestasi,” tegas Hary. (den)

Leave a Response