Dicky Sahromi: Bumdes di Desa Rancasalak Sudah Mampu Menjadi Lokomotif Pembangunan Perekonomian dan Meraih Predikat Bintang Lima”
Ka DPMD Jabar Dicky Saromi dan Sekretaris DPMD Jabar Pupun Saefunudin di stand Desa Rancasalak, Kabupaten Garut
KOTA BANDUNG, BANDUNGPOS – West Java Festival (WJF) 2024 yang berlangsung di Gedung Sate di Jalan Diponegoro, Kota Bandung, merupakan puncak dari peringatan Hari Jadi ke-79 Provinsi Jawa Barat.Salah satu kegiatannya itu diisi dengan digelarnya stand dari tiap organisasi perangkat daerah (OPD) lingkup Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Stand yang ditampilkan oleh OPD itu beragam mulai dari bazar produk dan promosi berbagai kemajuan yang sudah dilaksanakan dari OPD tersebut.
Diantaranya, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Provinsi Jawa Barat sebagai salah satu OPD yang mempunyai tupoksi dalam pelatihan pembangunan desa, dalam kegiatan tersebut mempromosikan beberapa keunggulan dari desa yang ada di Jawa Barat.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Jawa Barat, Dicky Sahromi, yang didampingi Sekretaris DPMD Provinsi Jawa Barat, Pupun Saefunudin di sela-sela kegiatan tersebut mengatakan, di Jawa Barat 2024 ini, ada beberapa desa yang ditampilkan.
Desa tersebut, merupakan desa yang menjadi juara pertama dalam kegiatan lomba desa tingkat Jabar. Desa tersebut adalah Desa Rancasalak, Kabupaten Garut.
Desa Rancasalak, saat ini sudah mempunyai beberapa keunggulan. Keunggulan tersebut di antaranya sudah sukses membangun bumdes.
“Bumdes di Desa Rancasalak, sudah mampu menjadi lokomotif pembangunan perekonomian. Pasalnya Bumdes di desa itu, sudah meraih predikat bintang lima” kata Dicky.
Dicky pun mengatakan, bumdes dengan kategori bintang lima ditandai dengan omzet dari kegiatan usaha yang sudah mencapai Rp 1 miliar.
“Keberadaan bumdes di Jabar umum secara, dengan pembinaan yang berkesinambungan saat ini, bumdes dengan kriteria bintang lima sudah mencapai 130”, katanya
Dalam keterangannya, Dicky Saromi selaku Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Jawa Barat mengatakan, perpindahan pelatihan pembangunan desa, yang sudah dilaksanakan oleh Pemprov Jabar, salah satunya diimplementasikan dalam fasilitasi sarana untuk kegiatan pelayanan publik yaitu bantuan bantuan kendaraan berupa Maskara.
“Dalam genap Jawa Barat 2024, bantuan Maskara yang ditampilkan adalah Maskara yang ada di Desa Wanajaya, Kecamatan Wanaraja, Kabupaten Garut”, terang Dicky
Sementara itu Pj Gubernur Jawa Barat Bey Machmudin menuturkan, WJF 2024 tidak hanya menjadi ajang untuk mempromosikan produk UMKM, tetapi juga menjadi wadah kolaborasi antara industri, komunitas, dan pencari kerja, khususnya di bidang kreatif seperti animasi dan konten kreator.
“Melalui festival ini, diharapkan masyarakat Jabar dapat terinspirasi untuk terus berinovasi dan mengembangkan usahanya”, kata Bey.
Bey juga berhasrat masyarakat Jawa Barat merasakan manfaat betul dari UMKM ini dan menjadi pengalaman yang tidak terlupakan.
“Bagi yang sedang mencari kerja, mudah-mudahan ada UMKM yang menjadi inspirasi untuk berwirausaha,” ucap Bey.
Menurutnya UMKM juga berawal dari kecil semua, tidak semua langsung besar.
“Kami berharap melalui festival ini, mereka bisa berbagi pengalaman dan pengetahuan tentang bagaimana mereka bisa berkembang. Jadi, tidak hanya membeli produk, tapi juga memahami proses pengembangan usaha mereka,” imbuhnya.
Bey juga mengatakan, banyak kegiatan menarik dalam WJF 2024, mulai dari bazar UMKM, festival seni budaya, festival kuliner, workshop, hingga seminar.
Selain itu juga, WJF 2024 dimeriahkan dengan konser musik dari bintang-bintang papan atas, seperti Nidji, Wali, Kuburan, Yovie & Nuno, Project Pop, serta Tiara Andini.
Sedangkan yang tampil di GOR Saparua, Kota Bandung, Minggu (25/8/2024). Konser tersebut dapat disaksikan secara gratis dengan memesan tiketnya melalui aplikasi Sapawarga.
Dalam kegiatan WJF 2024 Bey mengatakan, Pemda Provinsi Jabar menargetkan kunjungan masyarakat ke acara WJF 2024 mencapai 65.000 orang.(adem/BNN)





