Daerah

Di Pendopo Garut: Saat Bendera Berkibar, Nama KH Jaki Irfan Tersemat di Hati Orang Tua Zamzam

2views

Di Pendopo Garut: Saat Bendera Berkibar, Nama KH. Jaki Irfan Tersemat di Hati Orang Tua Zamzam

GARUT. bandungpos.id — Di halaman Pendopo Kabupaten Garut, Senin (17/8/2026), Muhammad Zamzam Al Farizi berdiri tegap mengemban amanah mulia sebagai anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) pada peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Di hadapan ribuan hadirin, siswa kelas XI B MA Al Qur’an Kudang Limbangan berusia 16 tahun itu tampil gagah, disiplin, dan penuh tanggung jawab saat mengibarkan Sang Merah Putih.

Di antara kerumunan, sepasang mata menatap dengan bangga sekaligus haru. Enjang Rohimat, S.Ag., M.M., dan Santi Mulyawati, S.Pd., orang tua Zamzam, menahan gejolak emosi yang bercampur aduk. Melihat putra mereka berdiri di sana, mereka tidak hanya bersyukur kepada Tuhan tetapi juga teringat pada sosok yang telah turut membentuk karakter anaknya selama ini — Kepala Sekolah MA Al Qur’an Kudang, KH  Jaki Irfan, S.Pd.I.

“Kami ingin menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada KH Jaki Irfan. Beliau adalah Kepala Sekolah MA Al Qur’an Kudang yang telah mendidik, membimbing, dan membentuk karakter putra kami dengan penuh kesabaran dan keteladanan. Keberhasilan Zamzam hari ini juga merupakan keberhasilan beliau dalam mencetak generasi yang berkarakter,” ujar Enjang Rohimat dan  Santi Mulyawati dengan penuh penghormatan.

Perjalanan Zamzam hingga terpilih menjadi Paskibraka bukanlah hal  instan. Berbagai tahap seleksi ketat, latihan fisik yang melelahkan, serta pembinaan karakter yang menuntut keteguhan hati telah ia lalui. Orang tuanya meyakini bahwa kekuatan mental dan ketekunan yang dimiliki Zamzam tak lepas dari arahan serta teladan yang diberikan Jaki Irfan di lingkungan sekolah.

Kebahagiaan ini terasa semakin bermakna karena  Enjang Rohimat dan Santi Mulyawati kini mengabdi sebagai ASN di Kabupaten Bandung, sehingga tidak selalu dapat mendampingi putra mereka setiap hari. Karena itulah, kehadiran dan peran Jaki Irfan sebagai kepala sekolah yang senantiasa memantau, membimbing, dan membentuk karakter Zamzam menjadi sesuatu yang sangat mereka hargai dan syukuri.

Nilai-nilai kedisiplinan, tanggung jawab, dan keimanan yang ditanamkan Jaki Irfan ternyata menjadi fondasi kokoh yang menopang langkah Zamzam. Saat menghadapi proses seleksi yang berat, nilai-nilai itulah yang membuatnya tetap teguh dan tidak mudah menyerah.

Kini, setelah mengemban amanah sebagai Paskibraka, orang tuanya berharap pengalaman ini semakin memperkuat tekad Zamzam untuk terus meneladani nilai-nilai luhur yang diajarkan di sekolah. Semoga ia semakin disiplin, mandiri, berjiwa pemimpin, dan senantiasa menjadi kebanggaan bagi keluarga, sekolah, serta almamaternya di bawah kepemimpinan  Jaki Irfan.(ask)***

Leave a Response