Bandung Raya

Dewan Guru Besar Unisba Siapkan Agenda Strategis untuk Perkuat Tata Kelola Akademik dan Kampus Berdampak

32views

METRO BANDUNG, bandungpos.id – Dewan Guru Besar (DGB) Universitas Islam Bandung (Unisba) mulai menyusun berbagai agenda strategis sebagai bagian dari upaya memperkuat tata kelola akademik dan mewujudkan kampus yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Langkah tersebut ditandai dengan penyelenggaraan pertemuan perdana yang dikemas dalam bentuk brainstorming dan silaturahmi di Aula Pascasarjana Unisba, Rabu (1/7).

Forum ini menjadi titik awal konsolidasi Dewan Guru Besar dalam menyatukan visi, memperkuat kolaborasi, serta merumuskan kontribusi strategis bagi pengembangan universitas dan pembangunan nasional.

Pertemuan dihadiri seluruh anggota Dewan Guru Besar Unisba serta dibuka secara resmi oleh Rektor Unisba, Prof. Ir. A. Harits Nu’man, M.T., Ph.D., IPM., ASEAN Eng. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa Dewan Guru Besar merupakan amanat statuta universitas yang memiliki fungsi penting dalam menjaga kualitas tata kelola akademik dan memperkuat arah kebijakan institusi.

Menurut rektor, keberadaan Dewan Guru Besar harus mampu melahirkan pemikiran-pemikiran strategis yang relevan dengan tantangan pembangunan saat ini. Para guru besar juga diharapkan terus memperkuat kolaborasi lintas disiplin ilmu, menghasilkan riset yang berdampak bagi masyarakat, serta memperkokoh posisi Unisba sebagai perguruan tinggi yang mampu menghadirkan solusi bagi berbagai persoalan bangsa.

“Kita tidak hanya dituntut menghasilkan publikasi ilmiah, tetapi juga menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat. Para guru besar diharapkan menjadi kontributor pemikiran yang mampu memperkuat peran Unisba dalam pembangunan bangsa,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Dewan Guru Besar Unisba, Prof. Dr. Atie Rachmiatie, Dra., M.Si., memaparkan arah pengembangan organisasi beserta program kerja yang akan menjadi prioritas Dewan Guru Besar. Ia menilai pertemuan perdana ini menjadi momentum penting untuk mempererat silaturahmi sekaligus membangun kesamaan visi dalam menjalankan amanah akademik.

Menurut Atie, Dewan Guru Besar memiliki peran strategis sebagai penjaga etika dan moral akademik, pemberi pertimbangan kepada rektor dalam pengambilan kebijakan, pengawal marwah akademik universitas, serta motor pengembangan ilmu pengetahuan yang berpijak pada nilai-nilai Islam.

“Menjadi guru besar adalah amanah sekaligus anugerah. Karena itu, sudah sepatutnya kita mensyukuri amanah tersebut dengan memberikan kontribusi terbaik bagi Unisba, masyarakat, dan bangsa,” ungkapnya.

Ia juga mengungkapkan sejumlah program strategis yang akan segera direalisasikan, di antaranya pemetaan bidang kepakaran seluruh guru besar, pembentukan kelompok kepakaran sesuai disiplin ilmu, penyusunan rekomendasi akademik bagi pimpinan universitas, penyusunan kajian mengenai isu-isu strategis nasional dan global, serta penguatan jejaring dengan Dewan Guru Besar di berbagai perguruan tinggi.

Selain itu, Dewan Guru Besar akan menyusun dokumentasi profil dan kepakaran seluruh guru besar sebagai upaya memperkuat kolaborasi akademik, meningkatkan visibilitas kompetensi Unisba, serta membuka peluang kerja sama yang lebih luas dengan berbagai pemangku kepentingan.

Melalui pertemuan perdana ini, Dewan Guru Besar Unisba diharapkan semakin solid dalam menjalankan perannya sebagai mitra strategis universitas. Berbagai rekomendasi dan gagasan yang dihasilkan diharapkan mampu memperkuat tata kelola akademik, mendorong inovasi, serta mempertegas kontribusi Unisba sebagai perguruan tinggi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, lingkungan, dan umat.(askur)***

Leave a Response