
Bandung, BANDUNGPOS.ID – Hal yang membuat posisi Pengcab Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia (IPSI) Kota Bandung bisa memberikan kontribusi prestasi di ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jabar, memang tidak terlepas dari daya juang atlet-atlet silat di Perguruan.
“Kita hanya melanjutkan apa yang telah dikemas dan dilatih perguruan, baik atlet maupun pelatih. Kita hanya melanjutkan program-program mereka. Saat ini kita masih menjaga marwah kondusifitas diantara perguruan sehingga tak ada kesan bahwa kita saling isme-isme perguruan. Dan saya yang menakhodai IPSI Kota Bandung alhamdulilah semuanya on the track,” ujar Ketua Umum Pengcab IPSI Kota Bandung Cece Muharam di GOR KONI Kota Bandung, Rabu (6/8/2025).
Cece mengatakan, IPSI Kota Bandung tidak terlalu memaksakan untuk pencapaian sebuah prestasi. Artinya sebuah hasil yang dicapai tentunya diharapkan ada sesuatu yang bisa dinikmati anak-anak kedepannya.
“Anak-anak setelah berprestasi di level nasional dan internasional mendapat reward menjadi ASN atau TNI. Ini kepuasan moral dan batin yang luar biasa bagi kami. Apalagi kedepan – kalau memang ada sebuah perencanaan, mereka ini terwadahi di suatu tempat yang bisa digunakan sebagai sarana berlatih,” ungkap Cece yang juga Sekretaris Umum KONI Kota Bandung ini.
Cece menegaskan, sarana tersebut nantinya tidak khusus hanya untuk cabor pencak silat tapi juga untuk cabor bela diri lainnya yang terjadwal dengan baik.
Disinggung gelaran Porprov XV/2026, Cece menegaskan saat ini Kota Bandung sedang bersiap, meski disisi lain daerah lainpun melakukan hal yang sama dengan Kota Bandung.
“Daerah lainpun sudah mulai mempersiapkan diri, berupaya menjadi kompetitor kota Bandung dengan berbagai cara, misalnya lewat proses pembinaan ataupun lewat proses lainnya yang sah dan tidak mengikat. Tapi paling tidak mempertahankan sebuah hasil kejuaraan dengan memenangkan hasil kejuaraan tentunya berbeda,” tutur Cece.
Secara mentalitas – ujar Cece, atlet-atlet kota Bandung harus menjaga kondusifitas sehingga paling tidak bisa bertahan apa yang diharapkan masyarakat silat kota Bandung.
“Cabor pencak silat kota Bandung selalu menjadi juara umum Porprov, Kecuali pada saat gelaran Porprov di Kabupaten Bogor tahun 2018. Saat itu kita kalah dari pesilat Kabupaten Bandung meski perolehan medali emas, perak dan perunggu jumlahnya sama dengan apa yang diperoleh Kabupaten Bandung. Kita kalah tos-tosan,” ungkap Cece.
Menyangkut Bandung Open Pencak Silat Tournament 2025 yang kini tengah berlangsung, Cece mengatakan pada saat technical meeting sebenarnya tidak ada peraturan baru di event tersebut melainkan kembali ke peraturan yang sudah diberlakukan sebelumnya.
“Barangkali ada hal baru disisi kemasan penyelenggaraan. Kemasan yang tidak menyentuh aturan baru, sebetulnya ini yang diharapkan anak-anak silat. Ada rasa khawatir seandainya aturan baru diterapkan, kecenderungan cidera makin tinggi, selain kaidah-kaidah silatnya mulai terbantahkan, dan ini tidak bagus,” ungkap Cece.
Sejauh ini PB IPSI sudah mensahkan aturan baru untuk dilaksanakan IPSI seluruh Indonesia. Dan IPSI Kota Bandung sepenuhnya mendukung aturan baru tersebut.
Disisi lain, pada penyelenggaraan Bandung Open Pencak Silat Tournament tahun depan, Cece mengurai ihwal keinginan adanya pengembangan penyelenggaraan. Marwah kegiatan Bandung Open Pencak Silat Tournament sebetulnya bukan wilayah IPSI Kota Bandung.
“Kami – IPSI Kota Bandung, hanya memayungi saja. Event tersebut merupakan prakarsa teman-teman pelatih dan mungkin mereka memiliki komunitas tertentu yang memang mampu menyelenggarakan sebuah event kegiatan. Oleh karena itu kita melegalitas kegiatan tersebut. Minimal mereka mengikuti aturan yang diterapkan IPSI Kota Bandung,” ujar Cece.
Cece menegaskan event tersebut (Bandung Open Pencak Silat Tournament) tak hanya mencari provit semata. Namun ada hal yang lebih sakral, yakni proses pembinaan yang berkesinambungan. (den)





