
Bandung, BANDUNGPOS.ID – Sebanyak 1800 pesilat tampil di Bandung Open Pencak Silat Tournament 2025 se Jawa Barat yang digelar mulai 6 hingga 9 Agustus 2025. Turnamen silat ini merupakan gelaran yang kedua kalinya ditempat yang sama, GOR KONI Kota Bandung.
Tampak hadir pada cara pembukaan Pelaksana Tugas (Plt) Kadispora Kota Bandung Sigit Iskandar, Ketua KONI Kota Bandung Nuryadi, Ketua Pengcab Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia (IPSI) Kota Bandung Cece Muharam serta jajaran pengurus KONI dan IPSI Kota Bandung.
Selaku Plt Kadispora, Sigit lebih menyoroti ihwa Padepokan. Menurutnya dalam waktu dekat akan meminta ijin kepada Wali Kota Bandung menyangkut ketersediaan fasiltas Padepokan bela diri.
“Saya mendapat kabar dari Pak Nuryadi bahwa ada aset milik pemerintah kota Bandung di daerah Ujung Berung. Kedepan tentunya kita akan mengkonsultasikan ke pimpinan tentang hal ini (Padepokan) dan juga ke pemegang aset. Mudah-mudahan bisa dijadikan padepokan 17 cabor bela diri, termasuk didalamnya cabor silat,” ujar Sigit usai membuka Open Pencak Silat Tournament 2025 se Jawa Barat di GOR KONI Jalan Jakarta Kota Bandung, Rabu (6/8/2025).
Pendirian Padepokan Bela Diri di Kota Bandung harus terwujud. Apalagi di dalamnya punya jnilai lebih, yakni cabor pencak silat selalu juara umum di ajang Pekan Olahraga Povinsi (Porprov) Jabar.
“Eksistensi juara umum sudah menjadi nilai lebih bagi cabor pencak silat Kota Bandung. Cabor inipun menjadi budaya asli Jabar yang mampu membawa nama harum bangsa di level internasional. Poin-poin inilah yang menjadi dasar dukungan untuk terwujudnya Padepokan Bela Diri di Kota Bandung,” papar Sigit.
Sigit belum bisa memastikan kapan pembangunan akan dimulai. Sebab menurutnya konsultasi awal akan segera dilakukan dengan pimpinan serta meminta arahan langsung dengan Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD).
Disisi lain Sigit mengapresiasi adanya pelatih pencak silat asal kota Bandung atas nama Andra Malela yang akan melatih di Argentina. Ini mencerminkan eksistensi paguron-paguron pencak silat di Kota Bandung yang memang dari sisi kuantitas dan kualitas bisa diandalkan.
“Semoga hal ini bisa menjadi insprirasi bagi para pemuda, atlet, sekaligus memperkenalkan budaya Indonesia di luar negeri,” ujar Sigit.
Ditempat yang sama, Ketua Umum KONI Kota Bandung Nuryadi mengucapkan terimakasih kepada IPSI Kota Bandung yang selalu memiliki komitmen kuat untuk membangun olahraga prestasi di Kota Bandung, khususnya menuju Porprov.
“Saya sapagodos (setuju) dengan pemerintah pusat terkait dengan Road to Olimpik. Pemerintah melalui IPSI Pusat sedang menjalankan program menuju Olimpiade. Salah satunya pengiriman pelatih-pelatih ke manca negara, termasuk ada 4 pelatih asal kota Bandung, salah satunya pelatih pencak silat Andra Malela yang akan melatih di Argentina. Kami bangga Andra bisa mewakili Indonesia,” ungkap Nuryadi.
Terkait pembangunan Padepokan Bela Diri di Kota Bandung, Nuryadi mengatakan sudah saatnya Kota Bandung memiliki sarana dan prasarana (sapras) yang refresentatif untuk sebuah event bela diri .
“Saatnya kita ngarojong (mendukung) pemerintah terutama dari sisi sapras. Kami bangga ketika pemerintah dengan dukungan DPRD Kota Bandung pada saatnya nanti bisa mengimplementasikan wacana yang kini berkembang terkait pembangunan sapras bela diri. Saat ini ada 17 cabor bela diri yang mengharap terwujudkan Gedung yang refresentatif untuk sebuah event bela diri,” tutur Nuryadi.
Beberapa bulan kedepan – lanjut Nuryadi, bakal ada event Internasional cabor Sambo. Tahun lalu event ini melibatkan 3 negara.
“Sampai saat ini Gedungpun (tempat penyelenggaraan) agak kesulitan. Jadi hal yang wajar jika pembangunan Gedung bela diri yang refresentatif menjadi sebuah tuntutan yang harus diwujudkan,” tegas Nuryadi.
Sementara itu Ketua Panpel Bandung Open Pencak Silat Tournament 2025 se Jawa Barat Andra Malela mengatakan, panpel mengapresiasi animo peserta yang berjumlah 1800 pesilat. Untuk itu jajaran panpel akan me reward berupa sarana dan prasarana latihan.
“Secara kemasan, Bandung Open ini tujuannya bukan hanya untuk mencari jam terbang tapi juga untuk menguji sejauh mana kualitas pelatih dan bibit atlet dilevel mana mereka berlaga. Kejuaraan ini murni mengadu prestasi,” ujar Andra.
Sebanyak 1800 pesilat dari 18 pengcab Kota/Kabupaten se Jawa Barat tampi di Bandung Open Pencak Silat Tournament 2025. Mereka akan bertanding di katagori Tanding dan Jurus. Selain itu tampil pula pesilat dari Jawa Tengah, DKI Jakarta, dan Provinsi Banten yang masing-masing mengirimkan 2 Tim.
“Ada dua sisi positif dari kejuaran ini. Pertama, pesilat-pesilat dari kota Bandung bisa mencoba merasakan bertanding dengan pesilat dari luar kota/kabupaten. Dengan demikian jam terbang bertandingnya sudah mencakup diluar Jabar. Yang kedua, kita menjaring bibit pesilat muda asal kota Bandung. Kemudian setelah teruji di event ini, kita ambil ke program atlet andalan IPSI Kota Bandung untuk melatih bibit atlet jangka panjang guna berprestasi di level nasional dan internasional,” papar Andra.
Andra mengatakan, pada kwartal pertama pencak silat Road to Olimpik 2036, eksibisinya akan dilakukan tahun 2028 di Los Angeles, Amerika Serikat. Dengan demikian pemerintah harus menyiapkan tim nasional dari negara G-20 agar cabor pencak silat bisa bersaing.
“Untuk kloter pertama ada 6 negara. Sementara dari kota Bndung ada dua perwakilan, yaitu saya sendiri bertugas melatih di Argentina dan Ika Lesmana melatih di Jepang,” ujar Andra. (den)





