OLAH RAGA

Buky Wibawa Calon Tunggal Ketum PSSI Jabar

44views

Bandung – BANDUNGPOS.ID : Dr. Buky Wibawa Karya Guna, M.Si  akhirnya menjadi calon tunggal Ketua PSSI Jawa Barat. Munculnya nama Buky Wibawa sebagai satu-satunya kandidat dalam proses pemilihan Ketua PSSI Jawa Barat bukanlah bagian dari skenario yang telah dirancang sebelumnya. Seluruh proses pencalonan berjalan secara alami sesuai dengan dinamika yang terjadi menjelang Kongres Luar Biasa Pemilihan PSSI Jawa Barat.

Buky mengatakan, sejak awal dirinya memang mengikuti seluruh tahapan pencalonan sesuai mekanisme yang telah ditetapkan. Ia kemudian melakukan berbagai upaya untuk memperkenalkan visi serta membangun komunikasi dengan berbagai pihak yang memiliki kepentingan terhadap perkembangan sepak bola di Jawa Barat.

“Sebenarnya tidak ada skenario ya. Ini berjalan secara alami. Mendaftarkan, ada proses, ada proses waktu itu juga mendaftar karena sudah tertunda,” ujar Buky saat ditemui dalam agenda pengambilan nomor urut calon Ketua PSSI Jawa Barat.di gedung PSSI Jabar,Jalan Lodaya,Kota Bandung.Kamis (8/10/2026).

Menurut Buky, proses pencalonan tersebut juga diiringi dengan komunikasi intensif bersama sejumlah pihak yang sebelumnya disebut-sebut akan maju dalam bursa Ketua PSSI Jawa Barat. Komunikasi tersebut dilakukan untuk menggali berbagai pandangan sekaligus memperkaya pengetahuannya mengenai persoalan sepak bola Jawa Barat.

“Sebagai sebuah usaha, artinya kampanye untuk bisa maju menjadi calon ketua PSSI Jawa Barat tentu saja dilakukan. Pola yang saya lakukan memang mengedepankan komunikasi,” katanya.

Buky menyebut dirinya sempat berkomunikasi secara intensif dengan sejumlah tokoh, termasuk Wali Kota Bandung Muhammad Farhan dan Prof. Tomi. Menurutnya, komunikasi tersebut penting karena seorang calon ketua harus memiliki pemahaman yang cukup mengenai organisasi serta berbagai persoalan yang dihadapi sepak bola Jawa Barat.

“Saya terus intens berkomunikasi dengan waktu itu calon yang mau mendaftar, dengan Kang Farhan, dengan Prof. Tomi, kemudian dengan unsur-unsur pengurus PSSI,” tuturnya.

Ia menilai aspek pengetahuan menjadi salah satu modal penting sebelum seseorang memutuskan untuk maju sebagai calon ketua organisasi sepak bola. Karena itu, Buky mengaku terus berupaya memperluas wawasan dan memahami berbagai aspek yang berkaitan dengan pengelolaan PSSI Jawa Barat.

“Saya harus menggali dulu pengetahuan saya supaya saya punya wawasan yang cukup untuk bisa maju menjadi ketua PSSI di Jawa Barat. Saya juga orang yang mengedepankan aspek knowledge ability,” ujarnya.

Buky juga menekankan pentingnya komunikasi dalam membangun organisasi. Ia bahkan mengibaratkan komunikasi sebagai salah satu faktor penting dalam menentukan keberhasilan sebuah perjuangan, termasuk dalam membangun sepak bola Jawa Barat agar semakin maju dan profesional.

Terkait mundurnya Prof. Tomi dan Muhammad Farhan dari bursa pencalonan, Buky justru menyebut kondisi tersebut menjadi tanggung jawab tambahan bagi dirinya. Ia merasa kepercayaan yang diberikan oleh kedua tokoh tersebut harus dijaga dan diwujudkan melalui kerja nyata apabila nantinya resmi memimpin PSSI Jawa Barat.

“Kalaupun per hari ini Prof. Tomi, Kang Farhan mengundurkan diri, itu buat saya jadi menambah beban sebetulnya. Karena beliau-beliau yang akhirnya memberikan kepercayaan di pundak saya, dan itu harus saya pegang,” ucapnya.

Buky berharap pengalaman dan pengetahuan yang dimiliki Prof. Tomi maupun Muhammad Farhan tetap dapat memberikan kontribusi terhadap pembangunan sepak bola Jawa Barat. Ia menilai kolaborasi dengan berbagai pihak diperlukan karena tantangan sepak bola modern semakin kompleks dan membutuhkan keahlian dari berbagai disiplin ilmu.

Meski demikian, Buky memilih untuk tidak memberikan terlalu banyak janji terkait program yang akan dijalankan sebelum dirinya resmi ditetapkan sebagai Ketua PSSI Jawa Barat. Ia mengatakan agenda yang berlangsung saat ini baru sebatas proses pengambilan nomor urut calon.

Calon tunggal

Ditempat yang sama  Ketua Komite Pemilihan dan Penjaringan PSSI Jawa Barat, Ardi Kusumah, mengatakan pihaknya baru menerima informasi secara resmi mengenai mundurnya dua kandidat pada hari pelaksanaan pengambilan nomor urut. Sebelumnya, panitia memang telah memperoleh informasi secara nonformal terkait perkembangan tersebut.

“Kalau dari kami baru menerima info secara resmi per hari ini. Memang secara nonformal kita dapat informasi, tapi sampai belum ada secara legalitas formal kami belum terima, ya kami tetap mempersiapkan dengan tiga calon,” kata Ardi.

Ardi menjelaskan, setelah dua kandidat tidak lagi mengikuti proses pencalonan, sesuai ketentuan yang berlaku maka proses pemilihan dilanjutkan dengan menetapkan Buky Wibawa sebagai calon tunggal. Meski hanya terdapat satu kandidat, tahapan kongres tetap harus dilaksanakan karena merupakan bagian dari mekanisme yang diatur dalam statuta PSSI.

“Hari ini secara resmi sesuai dengan ketentuan, sesuai dengan tata tertib, sesuai dengan statuta, dengan tidak adanya dua calon yang ikut serta, maka harus ditetapkan dengan calon tunggal,” ujarnya.

Ardi menambahkan, Kongres Luar Biasa Pemilihan PSSI Jawa Barat yang dijadwalkan berlangsung pada 17 Oktober 2026 tetap akan digelar meskipun hanya terdapat satu calon. Menurutnya, keberadaan calon tunggal tidak menghilangkan kewajiban organisasi untuk menjalankan mekanisme kongres sesuai aturan yang berlaku.

“Kongres tetap kita laksanakan karena itu syarat dari statuta, tidak mungkin kita tinggalkan,” kata Ardi. (den)

 

 

Leave a Response