Daerah

Buku Literasi Masagi Diterbitkan Sambut Ultah Ke-23 Tahun Kota Banjar

294views

KOTA BANJAR, Bandungpos.id–Sejak didirikan pada 21 Februari 2003, Kota Banjar kini berusia 23 tahun. Kelahiran kota paling timur di Jawa Barat ini didasarkan pada Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2002 yang merupakan peningkatan dari satus sebelumnya sebagai kota administrative bagian dari Kabupaten Ciamis. Berawal dari sini maka secara resmi, tanggal 21 Februari 2003 ditetapkan sebagai tonggak Hari Jadi Kota Banjar.

Peringatan Hari Jadi Kota Bajar tahun ini mengusung tema ‘Banjar MASAGI Tumbuh Istimewa’ Menurut Wali Kota Banjar, Ir. H. Sudarsono, tema ini diharapkan dapat menjadi pendorong bagi warga Kota Banjar untuk terus bersemangat membangun Kota Banjar yang maju, adil, sejahtera, agamis, inovatif dan terus tumbuh menjadi kota yang lebih baik.

Terkait dengan perayaan Hari Jadi Kota Banjar tahun ini, banyak ragam kegiatan yang dilakukan, salah satu kreasi dan inisiatif masyarakat antara lain dengan menerbitkan buku khusus sebagai kado Hari Jadi Kota Banjar, yakni dengan terbitnya buku “Semangat Literasi Wujudkan Banjar MASAGI” yang diterbitkan oleh Yayasan Ruang Baca Komunitas (YRBK).

Buku ini ditulis oleh 20 orang Penulis yaitu: Asep Suharto, Dinar Nur Fadhilah, Enay Sunarsih, Endang Tuti Supriatin, Eris Munandar, Herri Herdiman, Hermanto, Ina Indriyani, Mohammadan Yogarsiwayan, Nova Chalimah Girsang, Nurholiah, Rahila Sayidah Afifah Khansa, Reni Rahmawati, Reny Andriany, Rini Apriani, Siti Maryam, Tatang Mugiyana, dan Zahwa Ilmayra Cahyani serta tiga orang editor: Ivan Mahendrawanto, Putri Sri Jayanti, dan Sofian Munawar.

Founder YRBK, Sofian Munawar menyebutkan bahwa tema yang ditulis dalam buku ini cukup beragam. Demikian juga Penulisnya berasal dari berbagai kalangan dengan berbagai sudut pandang: sosial, agama, pendidikan, pariwisata, tata kota, baik berupa apresiasi maupun kritik untuk kondisi Kota Banjar yang lebih baik. “Buku ini merupakan ikhtiar kecil untuk memotret dan menyajikan sekelumit dinamika perjalanan kota dari berbagai perspektif. Di dalamnya ada apresiasi dan juga kritik, saran serta masukan sebagai bagian dari kecintaan warganya untuk terus mendorong agar Kota Banjar terus tumbuh menjadi lebih baik di masa-masa yang akan datang,” ucapnya.

Wali Kota Banjar, Ir. H. Sudarsono menyambut baik terbitnya buku ini. Menurut Sudarsono, sebagai bentuk partisipasi warga, buku ini memuat beragam saran, masukan, harapan dan juga kritik yang membangun untuk perbaikan Kota Banjar. “Semoga semangat literasi warga yang terekam dalam beragam usulan yang baik dari publik ini dapat terwadahi dan dapat dijadikan modal untuk memperkuat pengetahuan kita dalam rangka membangun Kota Banjar yang lebih baik”, ungkap orang nomor satu di Kota Banjar ini.

Sementara itu, Ketua Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kota Banjar, H. Erman Hendrawan menyebutkan bahwa kemajuan sebuah kota tidak hanya tergantung kepada pemerintah dan sektor dunia usaha semata, tapi idealnya juga merupakan hasil kolaborasi dari seluruh lapisan masyarakat. Oleh karena itu, ia menilai bahwa buku ini menjadi penting. “Buku ini memuat beragam ide dan gagasan dari berbagai kalangan masyarakat sehingga diharapkan dapat menjadi masukan yang berharga sebagai modal pembangunan dan diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi para pengambil kebijakan sehingga mampu membuat keputusan yang tepat,” ujarnya. **(rm/BNN)

Leave a Response