Kolom Sosial Politik

Bill Clinton dan Muslim Amerika

38views

 

Oleh: Ridhazia

BILL Clinton menjadi presiden AS pertama yang mempelopori tradisi inklusi atas muslim di Gedung Putih.

Presiden AS ke-42 itu secara personal dan politik kerap membela komunitas Muslim dari sentimen Islamofobia di negerinya.

Bahkan secara vokal ia menyatakan bahwa Islam adalah bagian penting dari Amerika dan mengutuk stereotip negatif terhadap Muslim.

Untuk menunjukan komitmennya, ia menggagas untuk pertama kali menyelenggarakan perayaan Idul Fitri di Gedung Putih bersama para tokoh Muslim Amerika pada tahun 1996.

Anak Clinton Baca Al Qur’an

Bahkan ia kerap berbangga kalau putrinya, yakni Chelsea Clinton, telah membaca Al-Qur’an dari awal hingga akhir sejak usia 15 tahun. Dan, putrinya itu yang mengenalkan ayat-ayat tersebut kepadanya.

“Ayah, bacalah ini!” kata sang putri . Ayat yang dimaksud adalah Surah Al-Hujurat ayat 13 yang menjelaskan bahwa manusia diciptakan berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar saling mengenal dan memahami satu sama lain, bukan untuk saling membenci atau merendahkan.

Menurut catatan arsip Gedung Putih, saat berusia 15 tahun di SMA, Chelsea Clinton memang mengambil pelajaran sejarah Islam (Islamic history) dan mempelajari teks keagamaan tersebut sebagai bagian dari studi akademis dan pemahaman lintas budaya, bukan dalam konteks konversi agama.

Chelsea Victoria Clinton, yang lahir 27 Februari 1980 kini telah menjadi seorang penulis Amerika. Selain mengurus Clinton Fondation.

Dia adalah anak tunggal dari pasangan mantan Presiden AS Bill Clinton dan Hillary Clinton, mantan Menteri Luar Negeri AS dan Senator AS.*

* Ridhazia, dosen senior Fidkom UIN Sunan Gunung Djati, pemerhati psikologi dan komunikasi sosial politik, bermukim di Bandung, Jawa Barat.

Leave a Response