Daerah

Balai Bahasa Provinsi Sumatera Barat Bekerja Sama dengan Ruang Baca Rimba Bulan Padang Panjang Menggelar Pelatihan Penulisan Karya Berbahasa Daerah

Balai Bahasa Provinsi Sumatera Barat bekerja sama dengan Ruang Baca Rimba Bulan Padang Panjang mengadakan Pelatihan Penulisan Karya Berbahasa Daerah

335views

PADANG PANJANG, BANDUNGPOS—Balai Bahasa Provinsi Sumatera Barat bekerja sama dengan Ruang Baca Rimba Bulan Padang Panjang mengadakan Pelatihan Penulisan Karya Berbahasa Daerah pada Senin hingga Rabu,Desember 2024.

Acara ini menghadirkan dua narasumber, yakni Gus tf Sakai, sastrawan nasional asal Payakumbuh, dan Muhammad Subhan, penulis sekaligus pegiat literasi yang juga merupakan pendiri Sekolah Menulis .

Kegiatan yang diikuti pelajar, mahasiswa, guru, dan masyarakat umum dari Kota Padang Panjang dan sekitarnya itu bertujuan untuk meningkatkan kemampuan menulis cerita anak berbahasa daerah, khususnya Minangkabau.

Kepala Balai Bahasa Provinsi Sumatera Barat diwakili Joni Syahputra mengatakan, pelatihan ini merupakan salah satu upaya konkret untuk melestarikan bahasa daerah melalui karya tulis.

“Kami berharap pelatihan ini dapat menjadi langkah awal dalam menghidupkan kembali minat generasi muda terhadap penggunaan bahasa daerah, terutama dalam bentuk karya sastra seperti cerita anak,” ujar Joni dalam sambutannya.

Gus tf Sakai, yang dikenal dengan gaya penulisan sastra berbasis budaya lokal, membagikan kiat-kiat menulis cerita anak yang menarik dan sesuai dengan nilai-nilai Minangkabau.

“Menulis cerita anak itu tantangan, karena selain harus sederhana, cerita juga harus bisa menyampaikan pesan moral dengan cara yang mudah diterima oleh pembaca muda,” ungkapnya di salah satu sesi pelatihan.

Sementara itu, Muhammad Subhan memberikan panduan teknis dalam proses kreatif menulis cerita anak, mulai dari membangun ide hingga menyusun plot. Ia juga menekankan pentingnya eksplorasi budaya lokal dalam menciptakan cerita yang tidak hanya menghibur, tetapi juga mendidik.

“Cerita anak berbahasa Minang adalah salah satu cara kita menjaga warisan budaya sekaligus memperkenalkan identitas kita kepada generasi muda,” katanya.

 

Ketua Ruang Baca Rimba Bulan, Alvin Nur Akbar, mengungkapkan rasa terima kasih atas dukungan Balai Bahasa Sumatera Barat dalam menyelenggarakan program ini.

“Kami berharap kerja sama ini bisa terus berlanjut, sehingga semakin banyak karya sastra lokal yang lahir dari tangan-tangan kreatif peserta di daerah ini,” ujar Alvin didampingi Wakil Ketua Sepriyadi.

Pelatihan ini juga mencatatkan partisipasi Fauzhi, Wakil Pengurus DPC PPDI (Dewan Pengurus Cabang Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia) Kota Padang Panjang. Fauzhi, yang memiliki semangat luar biasa, mengungkapkan kebahagiaannya bisa mengikuti pelatihan ini.

“Ini kesempatan berharga untuk mengembangkan potensi menulis saya, sekaligus menunjukkan bahwa penyandang disabilitas juga bisa berkontribusi dalam melestarikan budaya melalui karya sastra,” katanya.

Ia berharap pelatihan seperti ini bisa semakin inklusif, memberikan ruang bagi semua kalangan untuk berkarya tanpa batasan.

Antusiasme peserta terlihat jelas selama pelatihan berlangsung. Tasya dan Alya, dua pelajar yang mengikuti kegiatan tersebut, mengaku sangat senang mendapatkan wawasan baru dalam menulis cerita anak.

“Kami jadi tahu bagaimana menulis cerita yang bagus dan menggunakan bahasa Minang dengan benar,” kata Tasya dengan semangat.

Hal serupa disampaikan Fitra Murni, seorang guru yang turut menjadi peserta. Menurutnya, pelatihan ini sangat bermanfaat, terutama untuk diaplikasikan dalam pembelajaran di sekolah.

“Kami bisa mengajarkan siswa menulis cerita anak sambil memperkenalkan kekayaan budaya Minangkabau,” ujarnya.

Pelatihan yang berlangsung selama tiga hari ini diharapkan dapat melahirkan penulis-penulis muda berbakat yang mampu melestarikan bahasa Minangkabau melalui karya sastra.

Pelatihan ditutup dengan penyerahan hadiah berupa buku terbitan Balai Bahasa Sumatera Barat kepada para peserta sebagai bentuk apresiasi atas antusiasme dan partisipasi mereka. Acara diakhiri dengan sesi foto bersama, mengabadikan momen berharga yang penuh semangat literasi dan kebanggaan atas pelestarian budaya melalui karya sastra.

“Kami berharap kolaborasi antara DPK dan FPL dapat terus berjalan, sehingga program-program yang kami rancang dapat terlaksana dengan baik. Semangat literasi harus terus kita kobarkan di Padang Panjang,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua FPL Padang Panjang, Sepriyadi, menyatakan bahwa pihaknya sedang memperkuat struktur internal organisasi agar lebih solid dalam menjalankan berbagai program literasi.

“Dengan penguatan kepengurusan, kami optimis bisa berkontribusi lebih besar di masa mendatang. Kolaborasi dengan DPK tentu akan membuka banyak peluang untuk menyentuh berbagai lapisan masyarakat,” ungkap Sepriyadi.

Muhammad Subhan, sebagai Pembina FPL Padang Panjang, menyampaikan apresiasi terhadap semangat kolaborasi antara DPK dan FPL.

Menurutnya, sinergi ini merupakan langkah penting dalam memajukan literasi di daerah.

“Saya berharap program literasi dari DPK tidak hanya terpusat di perpustakaan, tetapi juga disebar ke berbagai kantong literasi di Padang Panjang. Dengan demikian, manfaatnya bisa dirasakan lebih luas oleh masyarakat,” ujarnya.

Muhammad Subhan juga menyoroti pentingnya konsep perpustakaan modern yang lebih proaktif dalam mengajak masyarakat.

“Kalau dulu orang datang ke perpustakaan hanya untuk membaca buku, maka di era sekarang, perpustakaan harus aktif mendatangi masyarakat dengan berbagai program literasinya. Hal ini akan membuat literasi lebih hidup dan dekat dengan warga,” tambahnya.

Rapat konsolidasi ini menjadi momentum penting bagi kedua pihak untuk merancang langkah strategis demi penguatan literasi di Padang Panjang. Dengan semangat kolaborasi dan visi bersama, DPK dan FPL optimis dapat menjadikan tahun 2025 sebagai tonggak gerakan literasi yang lebih masif dan berdampak luas di Kota Padang Panjang.** ( release/RM/BNN)

 

 

Leave a Response