LiterasiPendidikan

Bachtiar Adnan Kusuma, Cegah Konflik Lebih Baik Daripada Mengobati

Bachtiar Adnan Kusuma menawarkan langkah Preventif, Kuratif dan Rehabilitatif melalui Identifikasi Masalah, Analisa Masalah, Akar atau Sumbu Masalah, Problem Solving, Tindak lanjut dan Evaluasi, Komunikasi Efektif, Efisien, Kepemimpinan Kepala Sekolah, Budaya Sekolah.

23views

KABUPATEN MAROS, Bandungpos.id–Tokoh Literasi dan Tokoh Pendidikan Bachtiar Adnan Kusuma didaulat menjadi Pembicara di Latihan Dasar Kepemimpinan SMA Negeri 14 Maros, Sabtu Tgl 22 Agustus 2026. Bachtiar Adnan Kusuma menyapaikan materi interaktif berjudul” Manajemen Konflik di Satuan Pendidikan” diikuti 100 orang siswa siswi dengan moderator Usmal Tenrisenna, S.Pd., M.Pd. dengan Pembina OSIS : Ramlah, S.Pd.

Bachtiar Adnan Kusuma, menegaskan bahwa Konflik adalah Keniscayaan dihindari tidak terjadi, dan Kuncinya bagaimana Mengelola konflik agar tidak meledak.

Karena itu, kata Ketua GPMB Maros dan Ketua Forum Nasional Penerima Penghargaan Tertinggi Nugra Jasadharma Pustaloka Perpustakaan Nasional ini, mengajak peserta siswa dan guru menciptakan sekolah yang berekosistem literasi, damai, produktif dan bermartabat.

” Jadikan SMA Negeri 14 Maros sebagai sekolah yang ramah dengan konflik” kata Penulis ratusan buku Tokoh Nasional dan lokal ini.

Mengapa Terjadi Konflik? Bachtiar Mengurai kalau Konflik terjadi karena Faktor Komunikasi tidak efektif dan efisien, Sumber Daya, perbedaan Visi dan emosional.

Karena itu, kata Bachtiar Adnan Kusuma, mengurai kalau efek dari terjadinya konflik dan Apa saja Dampak Konflik yaitu iklim belajar yang tidak nyaman, Prestasi siswa menurun, Guru keluar dan siswa menjadi Korban.

Makanya, Bachtiar Adnan Kusuma menegaskan perlunya Prinsip-Prinsip Dasar Modal agar tidak terjadi konflik, Jujur dan Terbuka serta Fokus Masalah bukan Pribadi orang, Tegas, tapi Humanis serta Sesuai aturan, Kode Etik guru dan Peraturan sekolah.

Nah, adapun solusi yang dilakukan agar tidak terjadi konflik, lanjut Bachtiar Adnan Kusuma adalah lebih baik mencegah daripada mengobati. ” Upaya preventif, kuratif dan rehabilitatif menjadi problem solving agar sekolah terhindari dari konflik” kata ayah dari dr dea, dr mulan, Safwan S.Pd. dan Psikolog Ria Atmaranti dan Farhan ini.

Bachtiar Adnan Kusuma menawarkan langkah Preventif, Kuratif dan Rehabilitatif melalui Identifikasi Masalah, Analisa Masalah, Akar atau Sumbu Masalah, Problem Solving, Tindak lanjut dan Evaluasi, Komunikasi Efektif, Efisien, Kepemimpinan Kepala Sekolah, Budaya Sekolah.**(RM/BNN)

Leave a Response