Anggota Komisi V DPRD Jabar,George Edwin Sugiharto Soroti Lemahnya Pendataan Lulusan Jadi Akar Masalah SMK
George Edwin Sugiharto,S.IP

BANDUNG, BANDUNGPOS--Anggota Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat,George Edwin Sugiharto,S.IP menyoroti lemahnya pendataan lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) menjadi akar permasalahan utama dalam pengembangan pendidikan SMK di Jawa Barat. Selama ini, laporan pendidikan lebih banyak menampilkan sisi keberhasilan, sementara data terkait kekurangan, seperti kondisi lulusan setelah menyelesaikan pendidikan, masih sangat minim. Padahal, tanpa data yang komprehensif, perbaikan kebijakan pendidikan yang diukur sulit dilakukan secara tepat.
George mendorong agar sekolah-sekolah di Jawa Barat melakukan pendataan alumni secara berkelanjutan, mulai dari persentase lulusan yang bekerja sesuai bidang, bekerja di luar bidang keahliannya, berwirausaha, menganggur, hingga melanjutkan pendidikan.
Menurut George, data tersebut sangat penting sebagai bahan evaluasi yang akan diteruskan kepada pemerintah daerah maupun pemerintah pusat. Selama ini, kata dia, pendidikan cenderung berjalan apa adanya tanpa didukung data yang kuat dan sarana prasarana yang benar-benar modern.
“Kalau kita tidak tahu penyakitnya, bagaimana kita mau memperbaikinya. Kita perlu jujur melihat kekurangannya, bukan hanya melaporkan keberhasilannya,” ujarnya,kepada wartawan,Senin (2/2/2026).
George menegaskan bahwa SMK harus mampu mencetak lulusan yang siap pakai dan selaras dengan kebutuhan dunia industri. Oleh karena itu, selain penguatan kurikulum, dukungan sarana dan prasarana yang relevan dengan perkembangan industri menjadi hal yang mutlak.
“SMK harus dibekali ilmu dan fasilitas yang mendukung dunia kerja. Ini menjadi masukan penting untuk kami sampaikan kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat agar kebijakan pendidikan vokasi ke depan lebih berbasis data dan kebutuhan nyata,” tutupnya.(adem/BNN)





