Bandung, BANDUNGPOS.ID – Musyawarah Olahraga Provinsi (Musorprov) Persatuan Angkat Berat Seluruh Indonesia (Pabersi) Jabar 2024 digelar di Gedung Pabersi, Komplek GOR Pajajaran Kamis (12/12/2024).
Pada Musorprov yang dihadiri Ketua Umum KONI Jabar HM. Budiana tersebut, Sugito terpilih secara aklamasi untuk memimpin kembali Pabersi Jabar masa bakti 2024-2028. Sebanyak 17 Pengcab Pabersi Kota/Kabupaten hadir dari 20 Pengcab yang diundang. Adapun tiga pengcab yang absen antara lain Pengcab Pabersi Kabupaten Pangandaran, Kabupaten Ciamis dan Kabupaten Sukabumi. Meski tak hadir, ketiga Pengcab tersebut sudah berkirim surat, memberi dukungan pada Sugito.
Jalannya Musorprov relatif berlangsung singkat. Sidang dipimpin oleh Sulaeman Agus dari Pengcab Pabersi Kabupaten Karawang didampingi sekretaris Herry Suherman dari pengcab Pabersi Kabupaten Tasikmalaya serta dua anggota lainnya masing-masing Eddy Mulyono dari Pengcab Pabersi Kabupaten Sukabumi dan Jojo Sutarjo dari Pengcab Pabersi Kabupaten Cianjur.
Bertindak sebagai formatur untuk menyusun kepengurusan Pengrov Pabersi Jabar masa bakti 2024-2028 adalah Usdi Permana dari Pengcab Pabersi Kota Bandung dan Jojo Sutarjo dari Pengcab Pabersi Kabupaten Cianjur.
Ketua Umum KONI Jabar HM. Budiana mengatakan, apresiasi KONI Jabar terhadap Pabersi sudah banyak disampaikan kepada Sugito dan kawan-kawan untuk kejayaan angkat berat Jabar. Sebaliknya Sugito dkk. juga amanah melaksanakan amanat-amanat KONI Jabar termasuk dari Plt Gubernur termasuk juga dari Dispora Jabar.
“Banyak program yang dijalankan sesuai dengan arahan dan ketentuan organisasi. Oleh karena itu wajar apabila prestasi angkat berat Jabar dari PON ke PON bagus terus. Di PON XXI Aceh-Sumut yang baru lalu cabor angkat berat Jabar mencetak hattrick juara umum tiga kali berturut-turut. Mudah-mudahan di PON selanjutnya di NTT dan NTB angkat berat Jabar bisa kembali juara umum,” ujar Budiana.
Menurut laporan dari Sugito, Budiana mengatakan cabor angkat berat Jabar optimis meraih kembali gelar juara umum di gelaran PON di NTT dan NTB. Namun yang lebih penting dari itu – ujar Budiana selanjutnya, pelaksanaan evaluasi organisasi serta evaluasi pembinaan prestasi, tetap harus dilakukan Sugito dkk.
“Saya yakin dalam konteks sport science pasti ada hal-hal baru , nah ini harus dimanfaatkan betul. Sebenarnya angkat berat Jabar bisa lebih dari 9 medali emas yang diperoleh, karena itu di PON NTT dan NTB Pak Gito akan membuktikan bisa lebih dari 9 emas yang didapat,” kata Budiana.
Budiana optimis cabor angkat berat akan tetap dipertandingkan di PON NTT dan NTB. Meski non olimpik akan tetapi cabor angkat berat maupun angkat besi – menurut istilah Budiana, adalah cabor tua. Oleh karena itu harus direspon positif oleh Kemenpora ataupun KONI Pusat.
Ditempat yang sama, ketua umum terpilih Pengprov Pabersi Jabar Sugito mengucapkan terimakasih atas kepercayaan seluruh pengcab yang telah mendukung dirinya hingga terpilih secara aklamasi memimpin kembali Pengprov Pabersi Jabar masa baksi 2024-2028.
“Alhamdulilah semuanya (pengcab yang mendukung) memberi kepercayaan kembali kepada saya untuk memimpin Pabersi Jabar. Apalagi saya mendapat dukungan dari KONI Jabar karena KONI Jabar juga memikirkan untuk kedepannya. Artinya angkat berat Jabar harus juara umum lagi di PON NTT dan NTB. Tadinya saya juga mau mundur dari Pabersi Jabar, cukup di Kota Bandung saja (memimpin pengcab Pabersi), tapi saya masih punya tanggung jawab di PON mendatang,” ungkap Sugito.
Sugito mengatakan, untuk kedepannya akan lebih keras lagi berupaya menjadikan cabor angkat berat Jabar mencetak quotrick di pentas PON edisi ke XXII. Sejauh ini tuan rumah NTT dan NTB sudah meminta ke PB Pabersi agar cabor angkat berat maupun angkat besi bisa dipertandingan di PON.
“Soal kepastian dipertandingkan di PON rasanya masih gambling karena nanti dari PB Pabersi harus datang ke NTT maupun NTB, meski demikian dari pemerintah setempat (Pemda NTT dan NTB) sudah meminta langsung ke PB. Masalnya kini tinggal bargaining dengan pihak Kemenpora,” ujar Sugito.
Sugito mengatakan, ketika berlangsung Munas Pabersi di Lampung, selaku pimpinan sidang perwakilan PB Pabersi, sempat menekankan bahwa cabor angkat berat tetap harus dipertandingkan di PON NTT dan NTB. Kalaupun dana jadi kendala, pihak PB Pabersi akan menanggungnya.
“Pada tanggal 15 Desember ini kami dari PB Pabersi akan berkunjung ke NTT dan NTB untuk memantau sekaligus menyamakan visi dan misi terkait tuan rumah PON dan penyenglenggara cabor angkat berat. Semuanya harus satu suara dan pasti,” ujar Sugito.
Dipengurusannya nanti, Sugitopun akan menyiapkan regenerasi atlet angkat berat, salah satunya di arena Porprov yang menjadi lahan subur guna mencari dan menggali bibit atlet muda potensial di cabor angkat berat. (den)





