
KAB. BANDUNG, Bandungpos.id – Proses demokrasi tingkat lokal melalui Pemilihan Kepala Desa Pengganti Antar Waktu (Pilkades PAW) Desa Cangkuang Kulon, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, telah berjalan dengan tertib dan kondusif pada Rabu (8/4/2026). Agenda ini memiliki karakteristik khusus dengan menerapkan mekanisme perwakilan, di mana hak pilih dilaksanakan secara eksklusif oleh 105 tokoh masyarakat yang mewakili 23 Rukun Warga (RW).

Panitia Penyelenggara yang diketuai oleh Jaenudin memastikan seluruh tahapan berjalan sesuai dengan regulasi yang berlaku dan dalam suasana yang aman serta terkendali. Kandidat ketiga yang memperebutkan jabatan tersebut, yakni Ayi Daryana, Acep Koswara, serta Sandi Kurniawan, SE., M.Ag., telah dinyatakan lolos verifikasi dan layak bersaing secara demokratis.
Berdasarkan hasil rekapitulasi suara yang dilakukan secara transparan, Acep Koswara berhasil meraih kemenangan mutlak dengan memperoleh dukungan mayoritas sebanyak 74 suara. Perolehan ini berhasil mengungguli dua kandidat lainnya, di mana Sandi Kurniawan mendapatkan 20 suara dan Ayi Daryana meraih 10 suara.
Dari total 105 surat suara yang masuk sesuai dengan jumlah pemilih, tercatat terdapat satu suara yang dinyatakan tidak sah. Dengan selisih perolehan yang signifikan tersebut, Acep Koswara resmi ditetapkan sebagai pemenang dan akan ditunjuk sebagai Kepala Desa Pengganti Antar Waktu untuk melanjutkan sisa masa bakti yang berjalan.
Sementara itu, Sekretaris Desa, Gun Gun H Permana, yang sebelumnya sempat menjadi sorotan publik terkait kemungkinan pencalonan, menegaskan komitmennya untuk tetap fokus pada penyelesaian tugas-tugas administratif. Ia menyatakan bahwa saat ini belum memungkinkan untuk mundur dari jabatannya, namun membuka peluang partisipasi pada kontestasi periode reguler mendatang.
Gun Gun juga berharap agar seluruh elemen masyarakat dapat menerima hasil pemilihan ini dengan sportivitas dan kedewasaan berdemokrasi. Suasana yang harmonis dan kondusif pasca-pemilihan dinilai sangat penting demi kelancaran roda pemerintahan serta kemajuan desa sebelumnya.
Melalui mekanisme pemilihan yang melibatkan unsur-unsur kunci dari seluruh wilayah ini, diharapkan pemimpin terpilih yang memiliki kapasitas dan integritas. Hal ini menjadi fondasi penting bagi terwujudnya tata kelola desa yang lebih baik serta keharmonisan sosial yang berkelanjutan bagi warga Cangkuang Kulon. ( tanya/Id )***





