Uncategorized

Fakultas Psikologi Unisba dan OSIS MTsN 2 Bandung Perkuat Kepedulian Kesehatan Mental Remaja Lewat Sahabat PEKA

49views

METRO BANDUNG, bandungpos.id – Kepedulian terhadap kesehatan mental remaja terus diperkuat melalui kolaborasi Fakultas Psikologi Universitas Islam Bandung (Unisba) dengan Pengurus Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) MTs Negeri 2 Kota Bandung. Kerja sama strategis ini diwujudkan melalui program psikoedukasi bertajuk “Sahabat PEKA (Perhatikan, Empati, Kenali Batas, Antarkan Bantuan)”, Senin (2/10/2026)

Program tersebut dirancang untuk membekali pengurus OSIS dan Majelis Perwakilan Kelas (MPK) berusia 12–15 tahun dengan keterampilan dasar sebagai tutor sebaya. Dengan bekal tersebut, para siswa diharapkan mampu memberikan dukungan awal kepada teman-teman yang menghadapi persoalan emosional maupun kesulitan psikologis di lingkungan sekolah.

Pelaksanaan kegiatan melibatkan Tim Psikoedukasi Fakultas Psikologi Unisba yang terdiri atas Yunita Sari, M.Psi., Psikolog, Dr. Oki Mardiawan, S.Psi., M.Psi., Psikolog, serta Tia Inayatillah, S.Psi., M.Psi., Psikolog. Tim ini juga mendapat dukungan enam mahasiswa Fakultas Psikologi Unisba, yakni Najmi Muflih Siregar, Fahman Najwan Mahija, Naufal Hazza Abhista, Aena Nur Safitri, Nurazizah Dwi Rahmayani, dan Fauzi Abyan Purbadi. Sementara itu, Desyani Feby Sinthia A.S., S.Psi., M.Psi., Psikolog, turut hadir sebagai narasumber.

Ketua Tim Psikoedukasi Fakultas Psikologi Unisba, Yunita Sari, menjelaskan bahwa program Sahabat PEKA dilandasi pentingnya perhatian terhadap kesehatan mental pada fase remaja awal. Pada periode ini, anak mulai memasuki masa pubertas dan mengalami proses pencarian jati diri, sehingga berpotensi menghadapi berbagai persoalan emosional serta perilaku berisiko yang membutuhkan perhatian dan deteksi sejak dini.

Urgensi tersebut diperkuat oleh hasil survei Indonesia National Adolescent Mental Health Survey (I-NAMHS) tahun 2022. Survei tersebut mencatat sekitar 34,9 persen remaja Indonesia mengalami masalah kesehatan mental dalam kurun waktu 12 bulan terakhir. Namun, hanya 2,6 persen di antaranya yang memanfaatkan layanan profesional.

“Melalui psikoedukasi Sahabat PEKA, Fakultas Psikologi Unisba mendukung inisiatif OSIS untuk menjadikan anak-anak OSIS dan MPK sebagai agent of change. Mereka dibekali kemampuan dasar sebagai tutor sebaya untuk memberikan dukungan awal kepada teman-teman sebayanya yang sedang mengalami kesulitan emosional,” ungkap Yunita Sari.

Dalam pelatihan tersebut, para peserta diperkenalkan dengan prinsip Psychological First Aid (PFA) atau pertolongan pertama psikologis melalui pendekatan 3L, yaitu Look, Listen, Link. Metode ini diadaptasi dari panduan UNICEF, Save the Children, dan WHO (2021).

Tim Kerja Sama Fakultas Psikologi Unisba, Tia Inayatillah, menjelaskan bahwa pendekatan 3L dipilih karena para peserta merupakan tutor sebaya dari kalangan nonprofesional. Karena itu, mereka perlu memahami cara memberikan dukungan awal yang tepat sekaligus mengetahui batas kemampuan dalam membantu teman yang sedang mengalami masalah.

Pendekatan 3L mencakup tiga keterampilan utama. Pertama, Look (Melihat), yakni kemampuan mengamati dan mengenali perubahan emosi maupun perilaku teman yang menunjukkan tanda-tanda mengalami tekanan psikologis (distres).

Kedua, Listen (Mendengar), yaitu keterampilan mendekati teman dengan tenang, kemudian mendengarkan cerita mereka secara penuh perhatian dan empati. Dalam proses ini, siswa diajarkan untuk tidak memotong pembicaraan ataupun memberikan penilaian yang menghakimi (non-judging).

Ketiga, Link (Menghubungkan), yakni memahami batas kemampuan sebagai tutor sebaya dan membantu mengarahkan teman yang membutuhkan pertolongan kepada orang dewasa yang tepat, seperti Guru Bimbingan dan Konseling (BK) atau wali kelas.

Tia menambahkan, edukasi ini juga penting untuk memberikan pemahaman yang benar di tengah maraknya informasi mengenai kesehatan mental di media sosial. Tidak sedikit informasi yang beredar justru mendorong praktik pertolongan yang kurang tepat, bahkan membuat seseorang memaksakan diri membantu orang lain hingga ikut mengalami dampak negatif.

“Banyak informasi kesehatan mental di media sosial yang praktiknya kurang tepat, bahkan ada yang memaksakan diri membantu hingga akhirnya menjadi korban. Di sini Fakultas Psikologi Unisba memberikan edukasi berbasis fakta serta mengajarkan cara paling aman dan nyaman untuk membantu teman tanpa membebani diri sendiri,” jelas Tia Inayatillah.

Melalui Sahabat PEKA, Fakultas Psikologi Unisba berharap para pengurus OSIS dan MPK MTsN 2 Kota Bandung dapat menjadi penggerak kepedulian kesehatan mental di lingkungan sekolah. Program ini sekaligus mendorong terciptanya budaya saling memperhatikan, berempati, serta berani menghubungkan teman yang membutuhkan bantuan dengan pihak yang kompeten.

(askur/nmn)***

Leave a Response