Bandung Raya

USTADZ HASANUDIN BUNYAMIN Suara Kebenaran: Menggugah Kesadaran Umat di Era Modern

18views

KAB. BANDUNG BARAT, Bandungpos. Id
Ustadz Hasanudin Bunyamin, lahir di Garut pada 12 November 1978, saat ini bermukim di Blok Sinarjaya RT 01 RW 16, Desa Batujajar Barat, Kabupaten Bandung Barat. Beliau merupakan putra dari Almarhum H. Ali Muhammad (Cikalineng – Garut), aktif di bawah naungan Majelis Ta’lim dan Dakwah Al-Falah, dan dapat dihubungi melalui nomor WhatsApp 0831 1377 9067.

Dalam upaya memperdalam khazanah keilmuan, beliau menempuh pendidikan dan menetap di berbagai lembaga pendidikan Islam ternama, antara lain: Ponpes Daarul Ulum Sukaraja (Hatur), Ponpes Gunung Jati (Tonjong, Tasikmalaya), Ponpes Galumpit (Garut), Ponpes Al Hikmah (Samarang, Garut), serta Ponpes Nurul Yaqin (Bandung Barat). Saat ini, beliau juga tergabung dalam organisasi MAZIDAH KE-18 di bawah naungan dan bimbingan langsung KH. M.Hariri, AA., MA.

Kiprah dakwah beliau telah dimulai sejak usia dini, bermula dari pengajar di majelis-majelis taklim hingga kini dipercaya untuk menyampaikan materi di berbagai forum besar. Metode dakwah yang diusung senantiasa berlandaskan tradisi Ahlussunnah wal Jamaah yang menyeimbangkan antara targhib dan tarhib, serta selalu mengedepankan akhlak karimah.

Salah satu kepuasan batin dan pengalaman yang paling berkesan baginya adalah ketika menyaksikan transformasi positif dalam diri masyarakat; dari yang dulunya lalai, kini bertransformasi menjadi pribadi yang lebih taat beribadah dan memiliki kepedulian sosial yang tinggi setelah mendalami nasihat-nasihat yang disampaikannya.

Saat ini, beliau aktif menjadi pemateri dan penceramah dalam berbagai kegiatan keagamaan, mulai dari pengajian rutin, peringatan hari besar Islam, hingga acara pernikahan. Beliau juga giat melakukan pelatihan terhadap remaja masjid serta jamaah umum dengan materi kajian yang komprehensif, relevan, namun tetap berpijak pada prinsip syariat yang murni.

Menurut pandangan beliau, kemajuan teknologi dan media sosial merupakan sarana yang wajib dimanfaatkan sebagai media dakwah agar tidak tertinggal zaman, namun substansi penyampaiannya harus tetap kokoh berpegang pada Al-Qur’an dan As-Sunnah. Beliau sering mengingatkan akan bahaya materialisme yang dapat menjauhkan hamba dari Sang Pencipta, sehingga keseimbangan antara urusan dunia dan akhirat menjadi keniscayaan.

Kepada generasi muda, beliau berpesan agar senantiasa menjadi insan yang shaleh, cerdas secara intelektual, serta matang secara spiritual. Beliau mengajak kaum muda untuk berani tampil beda dengan menjegahkan prinsip keislaman di tengah arus modernisasi yang kian bebas dan tanpa batas.

Dalam kehidupan pribadinya, beliau dikenal memiliki integritas kepribadian yang santun, tawadhu, dan mudah beradaptasi dengan segala lapisan masyarakat. Beliau senantiasa menerapkan manajemen waktu yang disiplin dan seimbang antara tanggung jawab terhadap keluarga serta amanah dakwah yang diembannya.

Harapan besar beliau terwujudnya masyarakat yang rukun, damai, dan sejahtera, serta lahirnya generasi penerus yang beriman teguh dan berakhlak mulia. Beliau selalu mengajak umat untuk selalu melakukan muhasabah diri, menempuh jalan rezeki yang halal, serta selalu mengingat bahwa kehidupan dunia hanyalah tempat persinggahan sementara menuju kehidupan akhirat yang abadi. ( Tanya/Id )***

Leave a Response