Olahraga

Hari Susanto, “Keabsahan Administrasi Atlet Jelang Peparda VII/2026 Sangat Penting”

8views

 

Bandung – BANDUNGPOS.ID :  Ketua Umum National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Jawa Barat, Hari Susanto, menegaskan pentingnya keabsahan administrasi atlet dalam persiapan menghadapi Peparda 2026. Salah satu perhatian utama yang kini menjadi fokus NPCI adalah validitas dokumen kependudukan atlet, terutama kartu tanda penduduk (KTP).

Menurut Hari Susanto, aturan terkait keabsahan atlet kini semakin diperketat sesuai ketentuan dari NPCI Pusat. Karena itu, setiap daerah diminta segera memastikan seluruh dokumen administrasi atlet sudah lengkap dan sesuai sebelum memasuki tahapan akhir pelaksanaan.

“Masalah keabsahan sekarang harus benar-benar diperhatikan karena sudah menjadi aturan dari NPCI Pusat. Terutama soal KTP atlet yang harus benar-benar valid,” ujar Hari Susanto pada acara Chief de Mission (CDM) Meeting di Hotel Papandayan Jalan Gatot Soebroto, Kota Bandung, Senin (25/5/2026).

Ia menjelaskan, validasi data kependudukan sangat penting untuk menghindari persoalan administrasi saat menjelang pertandingan. NPCI Jawa Barat tidak ingin ditemukan adanya perbedaan identitas atau masa berlaku dokumen yang bermasalah ketika event sudah semakin dekat.

“Jangan sampai nanti ada KTP yang berbeda atau bermasalah di akhir. Sekarang bukan hanya di daerah, di pusat juga aturannya sudah sangat ketat,” katanya.

Selain keabsahan atlet, NPCI Jawa Barat juga memastikan seluruh nomor pertandingan yang akan dipertandingkan mengacu pada ketentuan Peparnas. Langkah itu dilakukan agar pembinaan atlet sejak awal sudah sesuai dengan nomor yang diproyeksikan tampil pada level nasional.

“Untuk nomor pertandingan kita mengikuti nomor yang ada di Peparnas. Jadi sejak jauh-jauh hari semuanya sudah disesuaikan,” ungkap Hari.

Ia menuturkan, NPCI Jawa Barat sebenarnya telah menyelesaikan sebagian besar tahapan persiapan sejak empat hingga lima bulan lalu. Saat ini, fokus utama organisasi tinggal memastikan pelaksanaan teknis berjalan lancar hingga hari pertandingan.

“Kurang lebih empat sampai lima bulan lalu NPCI Jawa Barat sudah clear soal persiapan administrasi dan teknis. Tinggal nanti pelaksanaannya saja,” jelasnya.

Terkait tahapan klasifikasi atlet, Hari memastikan proses tersebut akan mulai dilaksanakan pada Juni mendatang. Tahapan itu menjadi bagian penting dalam memastikan atlet tampil sesuai kategori dan klasifikasi masing-masing.

“Klasifikasi nanti dilaksanakan bulan Juni. Setelah itu dilanjutkan dengan tahapan entry by name dan entry by number,” katanya.

Menurutnya, penyelesaian tahapan administrasi lebih awal akan memberikan keuntungan besar bagi daerah peserta maupun tuan rumah. Dengan data yang jelas, seluruh kebutuhan teknis dan pembiayaan dapat dipersiapkan secara matang sejak awal.

“Kalau semua sudah jelas sejak awal, tuan rumah juga bisa mengetahui jumlah peserta yang sudah terklasifikasi dan sah administrasinya,” ujarnya.

Hari menilai keterlambatan penyelesaian administrasi justru akan menyulitkan banyak pihak menjelang hari pelaksanaan. Pengalaman pada event sebelumnya menunjukkan persoalan administrasi yang muncul mendadak sering menghambat kelancaran pertandingan.

“Kalau mendekati hari H baru dibereskan, pasti repot. Pengalaman selama ini seperti itu,” tegasnya.

Karena itu, NPCI Jawa Barat meminta seluruh NPCI kabupaten dan kota segera menyelesaikan proses administrasi atlet dan tidak menunda hingga batas akhir pendaftaran. Dengan persiapan yang matang, pelaksanaan Peparda diharapkan dapat berjalan tertib, lancar, dan profesional.

“Kita ingin semuanya jelas sejak awal, mulai dari keabsahan, klasifikasi sampai jumlah peserta. Jadi ketika pelaksanaan nanti semua sudah siap,” kata Hari Susanto. (den)***

Leave a Response