Tim PKM Unisba Dorong Pemberdayaan Komunitas Arsitek Desa Al Munawwar Citaman melalui Rancang Taman Bermain Ramah Anak

KAB.BANDUNG, bandungpos.id — Upaya pemberdayaan masyarakat desa melalui penguatan kapasitas sumber daya manusia kembali dilakukan Universitas Islam Bandung (Unisba) melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Hibah DIKTI Tahun 2026. Kegiatan tersebut sukses digelar pada Sabtu (13/5) di Desa Citaman, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung, sebagai bagian dari pendanaan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia melalui Skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat – Ruang Lingkup Pemberdayaan Kemitraan Tahun 2026.
Mengusung tema “Pemberdayaan Komunitas Arsitek Desa melalui Rancang Taman Bermain Anak Usia Dini untuk Meningkatkan Ekonomi Kreatif di Desa Citaman Nagreg Kabupaten Bandung”, program ini bertujuan meningkatkan kompetensi masyarakat lokal, khususnya komunitas arsitek desa, dalam merancang taman bermain anak yang aman, edukatif, serta ramah lingkungan.
Tim pelaksana PKM dari Universitas Islam Bandung terdiri atas Intan Nurrachmi, S.H.I., M.E.Sy. sebagai ketua tim, bersama anggota Weishaguna, S.T., M.M., Dr. Erhamwilda, Dra., M.Pd., serta dua mahasiswa, Saeful Hidayat dan Asti Fitriyanti. Dalam implementasinya, program ini melibatkan Komunitas Arsitek Desa Al Munawwar sebagai mitra utama dalam pemberdayaan masyarakat.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala Desa Citaman, Yayan Heryana, yang hadir bersama jajaran perangkat desa. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi terhadap terselenggaranya program tersebut sebagai bentuk nyata kolaborasi dalam membangun desa yang lebih ramah anak melalui pengembangan taman bermain edukatif.
“Komunitas Arsitek Desa merupakan sumber daya manusia potensial di Desa Citaman. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan wawasan, pengetahuan, dan keterampilan komunitas sehingga memberikan manfaat bagi masyarakat secara luas,” ungkap Yayan Heryana.
Sinergi dengan Komunitas Arsitek
Sementara itu, Ketua Tim PKM, Intan Nurrachmi, S.H.I., M.E.Sy., menegaskan bahwa sinergi dengan komunitas arsitek desa menjadi langkah awal untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya ruang publik berkualitas bagi pertumbuhan dan perkembangan anak.
Menurutnya, program ini tidak hanya berfokus pada desain taman bermain anak usia dini, tetapi juga menjadi sarana penguatan keterampilan masyarakat desa guna mendukung tumbuhnya ekonomi kreatif berbasis lingkungan.
“Kegiatan ini tidak hanya fokus pada perancangan taman bermain anak usia dini tetapi juga menjadi media implementasi pemberdayaan masyarakat desa melalui penguatan keterampilan komunitas arsitek desa untuk mendukung ekonomi kreatif berbasis lingkungan,” jelasnya.
Ketua Komunitas Arsitek Desa Al Munawwar, Muhammad Ilham Aqiel, turut menyampaikan harapannya agar kegiatan PKM mampu memperluas wawasan serta meningkatkan kemampuan teknis para anggota komunitas dalam menciptakan peluang usaha kreatif berbasis lingkungan.
Pada sesi materi, Intan Nurrachmi memaparkan Kick Off Program Pemberdayaan Arsitek Desa dalam Merancang Taman Bermain Anak Usia Dini. Ia menjelaskan bahwa program tersebut dirancang untuk menciptakan sumber daya manusia lokal yang terampil sekaligus mendorong peningkatan ekonomi kreatif masyarakat desa.
Selanjutnya, materi mengenai “Memfasilitasi Tumbuh Kembang Anak melalui Playground” disampaikan oleh Dr. Erhamwilda. Dalam paparannya, ia menjelaskan pentingnya ruang bermain bagi anak usia dini, karakteristik perkembangan anak usia TK dan SD, hingga manfaat ruang terbuka sebagai sarana pendukung tumbuh kembang anak secara optimal.
Pelaksanaan kegiatan berlangsung interaktif melalui sesi pretest, posttest, serta diskusi aktif bersama peserta. Tingginya antusiasme peserta terlihat hingga seluruh rangkaian acara selesai.
Sebagai tindak lanjut, program PKM ini akan memasuki tahap pendampingan penyusunan site plan taman bermain serta pelatihan manajemen jasa, guna memperkuat ekonomi kreatif komunitas arsitek desa di masa mendatang.
Melalui kegiatan ini, Desa Citaman diharapkan dapat menjadi model desa yang mampu menghadirkan ruang publik ramah anak sekaligus memberdayakan potensi masyarakat melalui sinergi antara akademisi dan komunitas lokal.(ask)***

