GRATIS Tapi Bukan Asal-asalan! PKBM Husnul Khotimah Batujajar Buktikan Kualitas Lewat TKA yang Serius

KAB. BANDUNG BARAT, Bandungpos.Id – Stigma bahwa pendidikan gratis identik dengan kualitas “asal jadi” kembali dipatahkan. Hal ini dibuktikan oleh PKBM Husnul Khotimah melalui pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang digelar pada Sabtu–Minggu, 11–12 April 2026, bertempat di Kampung Sinarmukti, Desa Selacau, Kecamatan Batujajar.
Meski diikuti oleh 17 orang warga belajar jenjang Paket B (kelas 9), seluruh Indonesia kegiatan ini berlangsung dengan standar dan keseriusan yang tinggi. Para peserta tampak fokus dan sungguh-sungguh mengerjakan soal-soal ujian, khususnya mata pelajaran Bahasa Indonesia dan Matematika yang menjadi tolok ukur utama kemampuan akademik.
Suasana ujian berlangsung tertib, disiplin, dan kondusif, layaknya ujian pada sekolah formal pada umumnya. Tidak ada kesan santai atau main-main, yang terlihat justru komitmen kuat dari seluruh elemen untuk menjaga mutu proses belajar mengajar.
Asep Saepudi, SH, selaku Kepala Sekolah PKBM Husnul Khotimah, menegaskan bahwa TKA bukan sekadar formalitas administrasi, melainkan instrumen vital untuk memetakan dan menjamin kualitas output pendidikan kesetaraan.
“Ini adalah bukti nyata bahwa pendidikan gratis di sini bukan berarti murahan atau asal-asalan. Kami tetap menjaga standar, disiplin, dan kualitas pembelajaran,” tegasnya.
Sementara itu, Encep Hasanudin, S.Pd.I., selaku Ketua Yayasan Layung Gading Tutuka, menegaskan komitmen pihaknya untuk merubah pandangan masyarakat terhadap pendidikan nonformal.
“Jangan lagi ada anggapan bahwa yang gratis itu seadanya. Di PKBM Husnul Khotimah, kami buktikan bahwa pendidikan bisa diakses tanpa biaya, namun tetap bermutu, berintegritas, dan memiliki daya saing,” ujarnya dengan tegas.
Pelaksanaan ujian juga diawasi secara ketat oleh para tutor dan panitia untuk menjaga kejujuran serta integritas nilai. Hal ini menegaskan bahwa sistem pendidikan di lembaga ini dibangun di atas dasar keseriusan, bukan sekadar pelengkap.
Dari Batujajar, pesan penting ini disampaikan: pendidikan berkualitas bukan ditentukan oleh mahalnya biaya, melainkan oleh besarnya komitmen, kedisiplinan, dan semangat untuk terus berkembang. (Ask/Id)***





