
KOTA BANDUNG, Bandungpos Id. – Persib Bandung saat ini menduduki posisi yang sangat menguntungkan untuk mengunci gelar juara BRI Super League musim 2025/2026. Per tanggal 7 April 2026, tim berjuluk Maung Bandung ini kokoh bertengger di puncak klasemen dengan mengoleksi 61 poin dari 26 pertandingan yang telah dijalani. Rekor tersebut tercatat melalui 19 kemenangan, 4 hasil seri, dan hanya 3 kali mengalami kekalahan, menunjukkan dominasi yang solid sepanjang musim.

Konsistensi performa yang ditunjukkan, ditambah dengan lini pertahanan yang terkuat dan serangan yang efektif, menjadikan Persib sulit dikejar oleh para pesaing di sisa kompetisi yang semakin menipis. Keunggulan ini memberikan keuntungan psikologis yang signifikan bagi tim asuhan pelatih mereka dalam menghadapi fase akhir liga.
Pesaing terdekat, Borneo FC, memang masih menyimpan asa dengan menempati posisi kedua dengan 57 poin, atau tertinggal empat angka dari sang pemimpin klasemen. Namun, tekanan psikologis kini sepenuhnya berpindah ke pundak Borneo. Mereka tidak hanya wajib meraih kemenangan maksimal di seluruh sisa pertandingan, tetapi juga harus berharap Persib tergelincir minimal dua kali (kalah atau seri) agar memiliki celah untuk menyalip posisi puncak.
Dengan jadwal yang semakin padat dan lawan-lawan yang bermain dengan motivasi tinggi, menjaga konsistensi tanpa kesalahan bagi Borneo menjadi tantangan yang sangat berat. Sementara itu, situasi yang jauh lebih sulit dihadapi oleh Persija Jakarta yang berada di posisi ketiga dengan 52 poin, atau terpaut sembilan angka dari Persib. Peluang mereka untuk meraih gelar juara dinilai nyaris mustahil secara matematis.
Untuk bisa menyusul, Persija membutuhkan serangkaian keajaiban di mana mereka harus menang di semua laga tersisa, sementara Persib harus kehilangan poin di hampir setiap pertandingan dan Borneo juga harus mengalami penurunan performa secara drastis. Realitas ini membuat fokus Persija kemungkinan besar telah bergeser untuk mengamankan posisi runner-up atau sekadar finis di tiga besar.
Faktor mental dan kedalaman skuad menjadi kunci utama keunggulan Persib di fase akhir ini. Dibandingkan dengan rivalnya yang mungkin mulai lelah akibat tekanan mengejar ketertinggalan, Persib dapat bermain lebih rileks dan taktis dengan strategi “mengelola hasil” yang efektif. Dengan sisa pertandingan yang tidak banyak lagi, gelar juara Liga 1 musim 2025/2026 sepertinya sudah tertulis atas nama Persib Bandung. Para Bobotoh pun kini tinggal menunggu waktu untuk merayakan gelar tersebut, sementara rival-rival mereka harus menerima kenyataan bahwa dominasi Persib di musim ini terlalu kuat untuk digoyahkan. (ask/id)***





