Banjir Rendam Perbatasan Cibaduyut, Anak-Anak Jadi Penyelamat Di Tengah Risiko Lalu Lintas

KOTA BANDUNG, Bandungpos Id.
Banjir kembali merendam kawasan perbatasan Cibaduyut, Cangkuang Kulon, pada Jumat (3/4/2026). Genangan air ini terjadi tak pelak setelah hujan deras mengguyur wilayah Kota Bandung dan sekitarnya dalam durasi yang cukup lama.
Air yang menggenangi badan jalan, terutama di area bawah jembatan tol, mencapai ketinggian yang signifikan hingga menyebabkan sejumlah kendaraan mogok. Sepeda motor menjadi yang paling terdampak, terutama bagi pengendara yang nekat melintasi genangan yang menutup hampir seluruh permukaan jalan.
Akibatnya, arus lalu lintas di kawasan perbatasan Kota dan Kabupaten Bandung tersebut sempat tersendat parah. Antrean kendaraan terlihat memanjang dari kedua arah, dengan para pengendara yang terpaksa menunggu air surut atau mencoba melintas dengan kecepatan sangat lambat.
Di tengah kekacauan itu, sejumlah anak-anak justru terlihat membuka jasa dorong kendaraan. Mereka bergerak aktif membantu pengendara yang kendaraannya mogok akibat banjir, dengan imbalan uang seikhlasnya dari para pemilik kendaraan.
Salah satu dari mereka, Andi (12), warga sekitar, mengaku bahwa dirinya dan teman-temannya hampir selalu melakukan hal ini setiap kali banjir datang. “Kalau banjir begini sering ada motor mogok, jadi kami bantu dorong, kadang dikasih uang,” ujarnya dengan santai.
Fenomena ini memang kerap terjadi setiap kali hujan deras turun. Titik ini dikenal sebagai kawasan rawan banjir, utamanya karena sistem drainase yang dinilai belum optimal dalam menampung debit air yang melimpah.
Meski kehadiran mereka sangat membantu meringankan beban pengendara, keberadaan anak-anak di tengah genangan air dan lalu lintas padat menimbulkan kekhawatiran serius. Mereka terpapar risiko keselamatan tinggi, mulai dari potensi terseret arus yang kuat hingga risiko tertabrak kendaraan. Warga berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi masalah banjir ini agar tidak terus berulang dan membahayakan masyarakat, khususnya anak-anak. (ask/id)***





