Kolom Sosial Politik

Mari, Menua Sehat!

125views

 

Oleh:  Ridhazia

ORANG  yang memiliki sikap dan berpikir positif terhadap penuaan cenderung lebih bahagia dan hidup lebih lama.

“Kita tidak perlu melawan penuaan!” Itu saran Profesor E. Ayn Welleford, Ph.D. peneliti di bidang gerontologi di Virginia Commonwealth University.

Lebih Mahir, Lebih Bijak

Berdasarkan hasil penelitian sang profesor, otak manusia itu cenderung berubah lebih baik, lebih mahir dan lebih sempurna di saat usia semakin menua di atas usia 70 tahun.

Hal itu sejalan dengan apa yang disebut sebagai neuroplastisitas, yakni otak bersifat dinamis, fleksibel, dan “elastis”, memungkinkan manusia memperkuat koneksi saraf dan beradaptasi dengan pertambahan usia.

Terapi Kenangan

Para peneliti juga menemukan solusi sehat di usia menua melalui apa yang dipopoulerkan sebagai Terapi Kenangan (reminiscence therapy).

Sejenis psikoterapi yang digagas Dr. Robert Butler, seorang psikiater yang bekerja di bidang kedokteran geriatri pada tahun 1960-an ini terbukti efektif sebagai stimulan psikologis untuk para lansia agar sehat mengingat.

Terapi ni dimaksudkan untuk menyegarkan kembali pikiran dan perasaan hanya dengan secara rutin mengenang momen-momen penting dalam hidup melalui nostalgia untuk merasakan kembali kehangatan masa lalu.

Reuni sekolahan, melihat kembali album kenangan sejauh kegiatan ini melibatkan refleksi emosional yang sehat, mampu menjadi alternatif untuk meningkatkan optimisme.

Bahkan hanya membuat grup media sosial saja bisa memicu diskusi dan memperbaiki kesejahteraan psikologi.*

 * Ridhazia, dosen senior Fidkom UIN Sunan Gunung Djati, jurnalis dan kolumnis, pemerhati psikologi dan komunikasi sosial politik, bermukim di Bandung, Jawa Barat.

Leave a Response