
Oleh: Ridhazia
KAMIS sore (26/3/2026), tanpa pemberitahuan, tanpa iring-iringan panjang, kepala negara berangkat ke kawasan bantaran rel Senen, Jakarta.
Tapi penyamaran itu gagal. Kehadiran Presiden Prabowo di tempat kumuh nan kotor di ibukota negara itu, alih-alih rahasia malah bocor dan diketahui.
Rakyat yang terpinggirkan yang sempat berjumpa dengan Sang Presiden justru mengelu-ngelukan seraya curhat kepada kepala negara itu.
Padahal Sang Presiden “didandani” sedemikian rupa. Topi yang sedikit menutup wajah. Pria paruh baya dengan postur tubuh yang sudah sangat familiar itu berpakaian biasa saja.
Bahkan pengawalan pun tidak terlalui ketat dan kentara Paspampres dan intelejen mencair dan menyaru seperti rakyat miskin setempat.
Role Failure dan Alien.
Role failure atau kegagalan peran dalam konteks penyamaran (masking atau blinding) merujuk pada situasi di mana identitas asli bocor dan terdeteksi lebih awal.
Kegagalan menyembunyikan aktivitas ilegal dan anomali sehingga perilaku terasa asing (alien) karena sang penyamar tidak menguasai kearifan lokal, bahasa daerah, atau latar dan norma-norma sosial rakyat biasa.
Dengan kata lain, kegagalan penyamaran itu menunjukan ketidakmampuan Istana menghadirkan sosok presiden yang bisa beradaptasi dengan situasi lokasi.
Terutama memperpendek jarak psikologis sosok pemimpin dengan rakyatnya. Adanya kesenjangan antara “diri asli” elit dengan peran yang dimainkan rakyat sehingga dengan sangat mudah dikenali.
Kombinasi dari faktor-faktor ini menghasilkan kegagalan peran (role failure), di mana Presiden tidak mampu memenuhi tuntutan peran yang dimainkan.*
* Ridhazia, dosen senior Fidkom UIN Sunan Gunung Djati, jurnalis dan kolumnis, pemerhati psikologi dan komunikasi sosial politik, bermukim di Bandung, Jawa Barat.


