Disabilitas

OJK Jawa Barat dan Dilans Indonesia Dorong Keuangan Inklusif Bagi Penyandang Disabilitas

144views

KOTA BANDUNG, Bandungpos.id–, 11 Maret 2026. Upaya memperkuat inklusi keuangan bagi penyandang disabilitas dan kelompok rentan terus didorong melalui kolaborasi antara regulator, pemerintah daerah, komunitas, dan lembaga jasa keuangan. Hal ini tercermin dalam kegiatan bertajuk DIA KITA – Disabilitas Berdaya, Keuangan Inklusif Tercipta yang diselenggarakan di kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jawa Barat.

Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala OJK Provinsi Jawa Barat Darwisman, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan, Presiden DILANS Indonesia Farhan Helmy, perwakilan sejumlah bank di Kota Bandung, serta hampir 100 peserta yang terdiri dari komunitas penyandang disabilitas, organisasi masyarakat sipil, pengajar, dan masyarakat umum.

Demikian Presiden Dilans Indonesia, Farhan Helmy, mengkungkapkan kepada awak media, hari ini,

Dalam pengantarnya, Farhan Helmy menekankan bahwa keuangan inklusi merupakan bagian penting dari pembangunan yang inklusif.

> “Ketika penyandang disabilitas memiliki akses yang setara terhadap layanan keuangan, mereka tidak hanya menjadi penerima bantuan, tetapi juga dapat berpartisipasi secara aktif dalam kegiatan ekonomi dan sosial,” jelasnya.

Wali Kota Bandung,  Muhammad Farhan, dalam kesempatan tersebut juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, regulator, dan masyarakat dalam membangun ekosistem pembangunan yang inklusif.

Sementara itu, dalam berbagai acaranya, Darwisman menekankan pentingnya meningkatkan literasi keuangan yang inklusif agar seluruh masyarakat dapat mengakses layanan keuangan secara setara.

 “Kami ingin memastikan bahwa layanan jasa keuangan dapat diakses oleh seluruh masyarakat, termasuk penyandang disabilitas. Inklusi keuangan bukan hanya soal akses terhadap produk keuangan, tetapi juga tentang literasi dan pemahaman yang mampu,” ujarnya.

Pada kesempatan ini juga diluncurkan brosur literasi keuangan inklusif yang akan mengawali rangkaian kegiatan kolaborasi advokasi dan literasi bagi komunitas, sekaligus mendukung peluncuran buku Sepuluh Kehidupan: Kisah-kisah yang Mengubah Cara Saya Melihat Disabilitas dan Kemanusiaan.

Buku ini menghadirkan kisah nyata tentang pengalaman hidup penyandang disabilitas serta refleksi tentang kemanusiaan dan inklusi sosial.

Melalui kegiatan ini, diharapkan kolaborasi antara regulator, pemerintah daerah, lembaga jasa keuangan, dan masyarakat dapat terus diperkuat untuk mendorong ekosistem layanan keuangan yang lebih inklusif dan aksesibel bagi semua. **(rm/BNN)

Leave a Response