Bandung Raya

Gebyar Ramadan 1447 H Unisba: Tabligh Akbar, Santunan 613 Anak Yatim dan Guru Ngaji, serta I’tikaf Bersama

69views

METRO BANDUNG,  bandungpos.id – Universitas Islam Bandung (Unisba) menyemarakkan bulan suci Ramadan dengan menggelar berbagai kegiatan religius dan sosial, mulai dari tabligh akbar, santunan bagi anak yatim, dhuafa, dan guru ngaji, hingga i’tikaf bersama di Masjid Al-Asy’ari Unisba, pada Sabtu–Minggu (14–15/3/2026).

Kegiatan yang diinisiasi oleh Lembaga Peningkatan Insan Mujahid, Mujtahid, dan Mujaddid (LPI3M) ini menjadi bagian dari rangkaian Gebyar Ramadan 1447 Hijriah. Program tersebut bertujuan memperkuat spiritualitas sivitas akademika sekaligus menumbuhkan kepedulian sosial kepada masyarakat.

Pada kegiatan tabligh akbar, jamaah mendapatkan tausiyah dari KH Rukman Wiriadinata, M.Ag. Acara tersebut turut dihadiri oleh pimpinan universitas, pengurus yayasan, sivitas akademika Unisba, para penerima santunan, serta masyarakat sekitar kawasan Tamansari.

Rektor Unisba, Prof. Ir. A. Harits Nu’man, M.T., Ph.D., IPU., ASEAN Eng., dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan santunan merupakan program rutin yang diselenggarakan setiap Ramadan sebagai wujud implementasi nilai-nilai Islam dalam kehidupan kampus.

Ia berharap jumlah penerima santunan dapat terus meningkat seiring bertambahnya kepercayaan masyarakat yang memilih Unisba sebagai tempat pendidikan bagi putra-putrinya.

“Mudah-mudahan ke depan, dengan semakin banyaknya masyarakat yang mempercayakan pendidikan anak-anaknya kepada Unisba, jumlah penerima santunan yang dapat kami bantu juga semakin bertambah,” ujarnya.

Menurut Rektor, kegiatan sosial ini juga menjadi bagian dari upaya memperkuat keimanan dan ketakwaan sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama bagi mereka yang masih menghadapi tantangan ekonomi.

“Kehadiran Unisba diharapkan dapat sedikit membantu meringankan beban masyarakat. Semoga apa yang kita lakukan hari ini mendapat rida Allah SWT dan Unisba semakin maju dalam melahirkan generasi yang faqih fiddin, berakhlakul karimah, serta mampu menjadi pemimpin umat di masa depan,” katanya.

Sementara itu, Ketua Badan Pengurus Yayasan Unisba, Prof. Dr. KH Miftah Faridl, menegaskan bahwa Ramadan merupakan bulan penuh keutamaan yang mengajarkan umat Islam untuk meningkatkan kualitas ibadah sekaligus memperbanyak kepedulian terhadap sesama.

“Ramadan adalah bulan yang istimewa. Pada bulan ini kita dianjurkan untuk meningkatkan ibadah dan memperbanyak berbagi kepada sesama. Semoga seluruh amal yang dilakukan dalam kegiatan ini diterima oleh Allah SWT,” tuturnya.

Ia juga mengingatkan pesan dalam Surah Ad-Duha yang menekankan pentingnya memuliakan anak yatim serta bersikap santun kepada orang yang meminta. Menurutnya, kepedulian terhadap anak yatim dan kaum dhuafa merupakan salah satu jalan untuk meraih rahmat dan keberkahan dari Allah SWT.

Ketua LPI3M Unisba, Dr. Parihat, Dra., M.Si., melaporkan bahwa santunan tahun ini diberikan kepada 613 penerima, yang terdiri dari 484 anak yatim dan dhuafa serta 129 guru ngaji.

Ia menjelaskan bahwa kegiatan tersebut bertujuan menumbuhkan kepedulian sosial sekaligus mempererat ukhuwah Islamiyah. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi bentuk penghargaan kepada para guru ngaji yang telah mengabdikan diri dalam mengajarkan Al-Qur’an di tengah masyarakat.

“Kegiatan ini diharapkan dapat mendukung visi Unisba dalam membentuk generasi yang memiliki karakter mujahid, mujtahid, dan mujaddid, yaitu generasi yang berilmu, berjuang, dan mampu memberikan kemaslahatan bagi umat,” jelasnya.

I’tikaf Bersama Sivitas Akademika

Setelah tabligh akbar dan penyaluran santunan, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan I’tikaf Unisba 1447 H yang mengusung tema “Sentuhan Ilahi: Ketika Allah SWT Lebih Dekat dari Urat Nadi Kita” di Masjid Al-Asy’ari Unisba.

Kegiatan yang berlangsung pada 14–15 Maret 2026 tersebut diikuti oleh 276 peserta, yang terdiri dari dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, serta masyarakat umum.

Dalam kesempatan itu, Rektor Unisba menyampaikan bahwa i’tikaf merupakan salah satu ikhtiar untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan di bulan suci Ramadan.

Menurutnya, Ramadan tidak hanya menjadi bulan ibadah, tetapi juga momentum untuk pendidikan spiritual, refleksi diri, serta merencanakan masa depan yang lebih baik.

Ia juga mengajak para peserta untuk memanfaatkan momen i’tikaf tidak hanya untuk berdoa bagi diri sendiri, tetapi juga untuk mendoakan kemajuan Universitas Islam Bandung.

“Unisba adalah kampus perjuangan yang terus berupaya melahirkan insan yang cerdas, kompetitif, dan berkarakter. Kami berharap dari kampus ini lahir para pemimpin yang tidak hanya unggul dalam ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki pemahaman agama yang mendalam atau tafaqquh fiddin,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa konsep tafaqquh fiddin tersebut diwujudkan melalui nilai 3M, yaitu Mujahid, Mujtahid, dan Mujaddid, yang menjadi karakter utama lulusan Unisba.

“Mudah-mudahan para calon Mujahid, Mujtahid, dan Mujaddid ini terus bertambah setiap tahun. Mari kita berdoa agar Unisba semakin berkembang dan semakin banyak masyarakat yang mempercayakan pendidikan putra-putrinya kepada Unisba,” pungkasnya.(ask)***

Leave a Response