Perkuat Layanan Kesehatan Masyarakat Desa,FBI Kerjasama Strategis dengan PT Jasa Medika Transmedic
Perkumpulan BUMDes Indonesia (FBI) saat menjalin kerja sama strategis dengan PT Jasa Medika Transmedic. (Foto adem/BNB)

BANDUNG, Bandungpos.id–Guna memperkuat layanan kesehatan masyarakat desa sekaligus mendukung program ketahanan kesehatan nasional,perkumpulan Forum BUMDes Indonesia (FBI) mewujudkan kerja sama strategi dengan PT Jasa Medika Transmedic (Jasamadika Group) di Cikutra Baru Raya,Kota Bandung, Senin (16/2/2026)
Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) terkait pengembangan sistem layanan kesehatan berbasis digital, meliputi layanan telehealth, gerai klinik, serta gerai obat yang akan ditempatkan di berbagai desa melalui jaringan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).
Ketua Umum Perkumpulan Forum BUMDes Indonesia, Yani Setiyadi S.Sos., MM, menyampaikan bahwa kolaborasi ini merupakan langkah nyata untuk memperluas akses kesehatan masyarakat desa, terutama di wilayah yang masih memiliki keterbatasan fasilitas kesehatan seperti puskesmas maupun klinik.
“Kami melihat transformasi digital di sektor kesehatan bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan. Melalui kerja sama ini, kami ingin membangun masyarakat desa yang sehat dan memiliki masa depan yang cerah,” ujar Yani.
Dalam MoU tersebut, pihak FBI didampingi oleh H. Yayat Supriatna A, selaku Ketua Dewan Komite Bidang Hilirisasi Hasil Desa dan Kesehatan Masyarakat Desa. Sementara pihak Jasamedika Group diwakili oleh Theogratia Dinovan ST, MM, selaku Direktur PT Jasa Medika Transmedic, yang didampingi Peni Pahlawanda, Direktur Jasamedika Transmedic sekaligus pemilik Rumah Sakit Khusus Jantung dan Pembuluh Darah (RSJP) Paramarta.
Telehealth Terintegrasi SIMRS, SatuSehat, dan BPJS
Melalui kerja sama ini, pemeriksaan kesehatan dan pengobatan masyarakat desa akan memanfaatkan teknologi telehealth yang terhubung dengan fasilitas rujukan kesehatan, sehingga pelayanan dapat berlangsung lebih aman, cepat, dan efisien.
Jasamedika Group akan menyediakan dukungan teknologi berupa aplikasi telemedicine level-7, layanan telefarmasi, sistem aplikasi gerai klinik dan gerai obat, hingga Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) yang telah terintegrasi dengan SatuSehat serta BPJS Kesehatan.
Pihak Jasamedika mengungkapkan bahwa sistem digital tersebut telah digunakan oleh sekitar 135 rumah sakit, didukung kurang lebih 200 tenaga IT, serta didukung dengan keberadaan RSJP Paramarta sebagai salah satu rujukan layanan telehealth.
Terinspirasi dari Jawa Barat
Yani menegaskan, program tersebut akan dimulai dari wilayah Jawa Barat sebagai proyek percontohan, sebelum mencakup Jawa Tengah, Jawa Timur, dan provinsi lainnya.
Ia juga pentingnya optimisme dalam membangun desa melalui program-program inovatif.
“Kalau kita belum berjalan sudah pesimis, kita akan selalu miskin. Kita harus optimis. Forum BUMDes Indonesia ini sudah bergerak sejak 2018 dan kini sudah tergabung di 37 provinsi,” katanya.
Menurutnya, sinergi dengan media juga menjadi salah satu faktor penting untuk mendukung perkembangan BUMDes dan memperluas informasi kepada masyarakat.
“Kami sadar betul kekuatan media sangat luar biasa. Forum BUMDes Indonesia dikenal luas juga karena peran wartawan yang terus menginformasikan aktivitas dan budaya desa,” ucapnya.
Dorong Lapangan Kerja dan Solidaritas Desa
Adapun tujuan kerja sama tersebut meliputi: Mengurangi beban masyarakat desa yang jauh dari fasilitas kesehatan untuk memperoleh layanan kesehatan dan obat murah serta terjamin.
Meningkatkan efisiensi, efisiensi, dan keselamatan pasien melalui layanan telehealth digital.
Membuat lapangan kerja baru di desa.
Mendorong semangat gotong royong dan solidaritas sosial masyarakat. Sementara itu, Direktur Jasamedika Transmedic, Peni Pahlawanda, menyebut kerja sama ini sebagai terobosan baru yang dapat meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di desa hingga mendekati standar layanan perkotaan.
“Kami akan mengimplementasikan teknologi layanan telehealth agar pelayanan kesehatan di desa kualitasnya hampir sama dengan di kota. Selain peralatan, juga terhubung dengan dokter spesialis di rumah sakit rujukan,” ujar Peni.
Ia juga menegaskan bahwa sistem kesehatan yang dibangun harus terintegrasi sesuai amanat Undang-Undang Kesehatan Nomor 17 Tahun 2023, terutama terkait standar data medik nasional yang terhubung antar layanan.
Solusi Wilayah Terpencil
Dengan kondisi geografis dan demografi wilayah pedesaan, layanan kesehatan berbasis telehealth yang dinilai mampu menjadi solusi untuk mengurangi biaya transportasi masyarakat, menekan risiko keterlambatan penanganan pasien, serta meningkatkan produktivitas warga desa.
Kerja sama FBI dan Jasamedika Group ini diharapkan dapat membangun landasan ekosistem kesehatan desa yang kuat, mulai dari regulasi, model bisnis, hingga kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan.
Kedua pihak optimistis program ini dapat menjadi solusi jangka panjang yang sangat dibutuhkan masyarakat desa di seluruh Indonesia. **(Adem/rm)





