Bandung Raya

Kopdoskar Unisba Gelar RAT 2025 Secara Hybrid, Tegaskan Komitmen Transparansi dan Penguatan Kinerja

90views

KOTA BANDUNG, bandungpos.id– Koperasi Dosen dan Karyawan Universitas Islam Bandung (Kopdoskar Unisba) menyelenggarakan Rapat Anggota Tahunan (RAT) Tahun Buku 2025 dengan konsep hybrid, Jumat (13/2/2026). Kegiatan dilaksanakan secara tatap muka di Aula Pascasarjana Unisba serta diikuti secara daring melalui Zoom, sehingga anggota dapat berpartisipasi secara lebih fleksibel.

RAT merupakan agenda wajib koperasi yang berfungsi sebagai forum pertanggungjawaban pengurus kepada anggota, sekaligus momentum untuk meninjau capaian kinerja dan menyusun program kerja strategis ke depan. Pertemuan tahunan ini dihadiri pengurus, pengawas, serta anggota Kopdoskar Unisba, baik secara langsung maupun online.

Dalam sambutannya, Rektor Unisba sekaligus Ketua Penasihat Kopdoskar Unisba, Prof. Ir. A. Harits Nu’man, M.T., Ph.D., IPU., ASEAN Eng., menegaskan bahwa RAT menjadi fondasi utama dalam tata kelola koperasi yang sehat dan demokratis.

Menurutnya, meski Kopdoskar Unisba masih berada pada fase awal pengembangan dengan sejumlah tantangan, koperasi telah menunjukkan progres yang menggembirakan.

Ia juga menekankan pentingnya transparansi, perencanaan yang terukur, efisiensi manajemen, serta adaptasi terhadap transformasi digital agar koperasi mampu meningkatkan kualitas layanan sekaligus memperkuat sinergi antaranggota.

“RAT bukan sekadar agenda rutin tahunan, tetapi menjadi ruang evaluasi, refleksi, dan perencanaan agar koperasi semakin maju serta berdaya saing,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Pengurus Kopdoskar Unisba Masa Bakti 2024–2027, Erwin Hamdani Harahap, S.Si., M.Sc., melaporkan bahwa performa koperasi sepanjang Tahun Buku 2025 mengalami peningkatan, walaupun masih terdapat sejumlah keterbatasan.

Saat ini, jumlah anggota tercatat sekitar 570 orang. Di tengah situasi ekonomi yang belum sepenuhnya stabil, Kopdoskar Unisba dinilai tetap mampu bertahan dan terus memperbaiki tata kelola organisasi.

“Dengan kerja keras, kerja ikhlas, kerja cerdas, dan kerja tuntas, kami optimistis koperasi akan terus berkembang serta memberikan manfaat yang lebih besar bagi anggota,” katanya.

Dari sisi pengawasan, Pejabat Fungsional Pengawas Koperasi Ahli Muda Dinas Koperasi dan UKM Kota Bandung, Dadang Suhendra, S.H., M.H., mengingatkan bahwa anggota merupakan pemilik utama koperasi. Karena itu, partisipasi aktif menjadi kunci utama kemajuan organisasi.

Ia menjelaskan bahwa kesehatan koperasi diukur melalui empat indikator utama, yakni tata kelola, profil risiko, kinerja keuangan, dan permodalan. Selain itu, koperasi juga wajib memenuhi aspek legalitas usaha serta menyusun laporan keuangan sesuai standar akuntansi terbaru dan regulasi yang berlaku.

Pada kesempatan tersebut, Dinas Koperasi dan UKM Kota Bandung turut memberikan apresiasi kepada Kopdoskar Unisba atas pelaksanaan RAT yang tepat waktu, sebagai salah satu tanda koperasi aktif, tertib administrasi, dan sehat secara kelembagaan.(ask/bnn)**

Leave a Response