Nuryadi,”Sebanyak 16 Ribu Atlet Bersama 1.192 Klub Berkontribusi Menaikkan Indeks Kebugaran Warga Bandung,”

Bandung, BANDUNGPOS.ID – Ketua Umum KONI Kota Bandung, Dr. Nuryadi M.Pd, mengurai ihwal Rapat Kerja KONI Kota Bandung dipenghujung tahun 2025 telah menjadi momentum penting untuk melakukan evaluasi program tahun 2005 sekaligus menyusun rencana kerja tahun 2006 dan tahun-tahun berikutnya. Evaluasi tersebut menjadi dasar untuk memastikan seluruh program pembinaan olahraga berjalan efektif dan selaras dengan arah pembangunan Kota Bandung.
“Yang pertama tentu saja di Raker ini kita lakukan evaluasi program tahun 2005. Yang kedua membahas program tahun 2006, dan kita juga menerima arahan dari Pak Wali Kota untuk program 2006, 2007, dan kedepannya ,” ujar Nuryadi disela acara Rapat Kerja KONI Kota Bandung yang dilaksanakan di Hotel Grand Arjuna Jalan Ciumbuleuit Kota bandung, Selasa (30/12/2025).
Nuryadi mengatakan, Wali Kota Bandung telah menegaskan bahwa olahraga merupakan instrumen penting dalam mendukung proses pembangunan daerah. Manfaat olahraga tidak hanya dirasakan dari sisi prestasi, tetapi juga kesehatan, kebugaran, dan pembentukan karakter masyarakat. Oleh karena itu, komitmen seluruh insan olahraga dinilai sangat strategis.
“Olahraga ini sangat diperlukan sebagai alat bantu dalam proses pembangunan Kota Bandung. Dari berbagai sisi, olahraga memberikan manfaat besar, dan Pak Wali Kota mengapresiasi seluruh insan olahraga yang menjaga kebersamaan dan kondusivitas keolahragaan di Kota Bandung,” paparnya.
Dalam kesempatan tersebut, Nuryadi juga menyoroti pentingnya peningkatan indeks kebugaran masyarakat. Ia optimis puluhan ribu atlet dan ribuan klub olahraga di Kota Bandung dapat berkontribusi langsung terhadap peningkatan indeks tersebut melalui aktivitas olahraga yang terstruktur dan berkelanjutan.
“Pak Wali menekankan soal indeks kebugaran. Saya yakin sekitar 16 ribu atlet, bersama 1.192 klub, bisa berkontribusi untuk menaikkan indeks kebugaran warga Bandung,” ungkap Nuryadi.
Selain KONI, upaya peningkatan kebugaran masyarakat juga melibatkan berbagai mitra strategis. Sinergi lintas lembaga tersebut dinilai penting agar program kebugaran dapat menyentuh seluruh lapisan masyarakat.
Terkait Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2026, Nuryadi memastikan Kota Bandung siap menjadi tuan rumah pendukung untuk lima hingga enam cabang olahraga. Bahkan, Bandung siap membantu apabila ada cabang olahraga yang tidak siap diselenggarakan di daerah utama penyelenggara.
“Pak Wali menyampaikan bahwa Kota Bandung siap menjadi tuan rumah tambahan sebagai pendukung. Jika ada cabang olahraga yang tidak siap di kota utama, kita siap membantu,” jelasnya.
Untuk agenda jangka panjang, Nuryadi menyebutkan bahwa Porprov 2030 telah mendapatkan persetujuan KONI Jawa Barat untuk digelar di Garut, dan kini tinggal menunggu surat keputusan gubernur. Meski demikian, Kota Bandung tetap siap berperan sebagai kota penyangga apabila dibutuhkan.
“Walaupun program utama 2030 ada di Garut, Pak Wali mendukung penuh. Jika Kota Bandung dibutuhkan oleh KONI Jawa Barat atau Pemprov Jabar sebagai kota penyangga, kita siap,” tegas Nuryadi.
Nuryadi menjelaskan, fokus utama tahun 2006 adalah keikutsertaan pada Porprov, dengan prinsip efisiensi anggaran hingga 30 persen sebagaimana arahan Wali Kota. Selain itu, KONI Kota Bandung juga akan meresmikan tiga cabang olahraga baru, yakni Indonesia Beladiri Campuran Amatir (IBCA), Asosiasi Lari Trail Indonesia (ALTI), dan cabang padel.
“Tiga cabang olahraga tersebut akan kita resmikan, dan masing-masing akan memaparkan programnya untuk mendapatkan persetujuan,” ujar Nuryadi. (den)





