
Oleh: Ridhazia
ROJALI dan Rohana bukan nama dalam cerita film komedi atau drama cinta. Tapi senyatanya terjadi di Indonesia. Lebih lucu, lebih kocak. Juga lebih menyedihkan.
Fenomena rojali yakni rombongan jarang beli dan rohana yaitu rombongan hanya nanya kian mencuat di pusat-pusat perbelanjaan Indonesia sepanjang 2025.
Jika di sejumlah mal terlihat ramai dan berdesakan di akhir tahun, belum tentu berbelanja. Mungkin hanya jalan-jalan. Mungkin juga sekedar ngadem. Cuma mendinginkan badan dari suhu panas.
Daya Beli
Kata sejumlah pengamat ekonomi, lonjakan pengunjung di pusat perbelanjaan sela 2015 karena ekonomi negeri ini tengah berubah.
Daya beli mengalami pelemahan alias rakyat Indonesia sedang mengalami kesulitan. Dengan kata lain, rakyat kebanyakan semakin sulit untuk membeli kebutuhan sehari-hari karena tidak cukup uang untuk berbelanja.
Miskin
Berdasarkan data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) per Maret 2025, jumlah penduduk miskin di Indonesia masih dikisaran 23,85 juta jiwa atau 8,47% dari total populasi.
Sedangkan data Bank Dunia angka kemiskinan Indoensia jauh lebih tinggi. Sejak pertengahan 2025 sedikitinya penduduk miskin di negeri ini sekitar 194,7 juta jiwa atau 68,3% populasi. Artinya penduduk miskin lebih banyak ketimbang kelas menengah ke atas.*
* Ridjazia, dosen senior Fidkom UIN Sunan Gunung Djati, jurnalis dan kolumnis, pemerhati psikologi dan komunikasi sosial politik, bermukim di Bandung, Jawa Barat.





