Nasional

IKN Kebanjiran Ternyata Hoaks: Video Viral Dipastikan Rekayasa AI

351views

KALIMANTAN, BANDUNGPOS ID. — Beredarnya video yang menampilkan Ibu Kota Nusantara (IKN) seolah-olah dilanda banjir besar kembali menghebohkan publik. Dalam video tersebut, terlihat genangan air tinggi yang digambarkan menenggelamkan sejumlah bangunan di kawasan inti IKN. Unggahan itu menyebar cepat di berbagai platform media sosial dan menimbulkan persepsi bahwa kondisi pembangunan ibu kota baru sedang mengalami musibah serius.

Namun setelah dilakukan penelusuran, Otorita IKN secara tegas menyatakan bahwa video tersebut hoaks atau tidak benar. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa tayangan itu merupakan rekayasa visual yang dibuat menggunakan teknologi artificial intelligence (AI). Ciri-ciri seperti distorsi objek dan elemen visual yang tidak konsisten menguatkan bahwa konten tersebut bukan rekaman asli, melainkan manipulasi yang sengaja dibuat untuk menyesatkan publik.

Pihak Otorita IKN menegaskan bahwa pada saat video tersebut beredar, situasi di kawasan IKN berjalan normal dan tidak ada catatan adanya banjir besar. Mereka mengingatkan bahwa penyebaran informasi palsu seperti ini dapat menimbulkan salah paham dan mengganggu persepsi masyarakat terhadap proses pembangunan IKN yang tengah berlangsung.

Meski video tersebut terbukti palsu, Otorita IKN tetap mengakui bahwa sebagian wilayah Nusantara memiliki potensi risiko banjir berdasarkan kajian hidrologi. Namun pemerintah menegaskan bahwa risiko itu sudah diperhitungkan sejak awal melalui pembangunan sistem drainase modern, pengendalian air terpadu, serta perencanaan kota berbasis lingkungan berkelanjutan untuk meminimalkan dampak jika curah hujan tinggi.

Pemerintah mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dalam menerima serta membagikan informasi, terutama konten visual yang mencurigakan atau tanpa sumber yang dapat dipertanggungjawabkan. Dengan meningkatkan literasi digital dan verifikasi fakta, publik dapat terhindar dari penyebaran hoaks yang berpotensi meresahkan dan merugikan banyak pihak.(Iding/BNN)

Leave a Response