Olahraga

NPCI Kota Bandung Mengurai Peparpenas XI/2025 dan Gelaran Tenpin Bowling

349views

 

Bandung, BANDUNGPOS.ID – Pencapaian prestasi  NPCI Kota Bandung di ajang Pekan Paralimpik Pelajar Nasional (Peparpenas) XI/2025 cukup signifikan dengan meraih 5 medali emas (dari target awal 7 emas), 2 perak dan 3 perunggu. Kelima medali  emas tersebut masing-masing diperoleh dari cabor renang (2 emas), bulutangkis (2 emas) dan tenis meja (1 emas).

“Kelima emas tersebut diperoleh dari enam atlet, sementara seorang atlet dari cabor atletik tidak lolos klasifikasi. Jadi untuk Peparpenas XI/2025, NPCI Kota Bandung mengirim 6 atlet untuk berkontribusi pada kontingen Jawa Barat di ajang Peparpenas,” ujar Ketua Umum NPCI Kota Bandung Yadi Sofyan pada sesi jumpa pers di Sekretariat NPCI Kota Bandung, komplek GOR Pajajaran, Jumat (14/11/2025).

Peparpenas XI/2025 berlangsung di Jakarta 1 hingga  9 November 2025 degan mempertandingkan 4 cabang olahraga masing-masing para bulutangkis, para tenis meja, para renang dan para atletik. Kontingen Jabar tampil sebagai juara umum dengan menyabet 37 emas, 25 perak dan 10 perunggu.

Yadi mengatakan, Road to Peparpenas selama ini, NPCI  Jabar selalu melakukan seleksi, termasuk seleksi yang dilakukan NPCI Kota Bandung. Misalnya seleksi lewat ajang Pekan Paralimpik Pelajar Daerah (Peparpeda) sebagai cikal bakal merekrut atlet bertalenta untuk tampil di Peparpenas.

“Dari hasil pengamatan yang saya lakukan (di Peparpenas) kemajuan dari daerah khususnya Jawa Tengah, ternyata luar biasa. Saya pikir ini bagus guna memotivasi Jabar dan atlet NPCI Kota Bandung khususnya untuk terus meningkatkan kemampuan serta tetap berupaya mewujudkan regenerasi atlet,” ujar Yadi.

Pada Peparpenas sebelumnya di Sumatera Selatan, atlet NPCI Kota Bandung menyumbangkan 5 emas atau hasil yang sama dengan perolehan di Peparpenas tahun ini. Yadi mengatakan, idealnya kontribusi atlet  dari NPCI Kota Bandung ke Jabar di ajang Peparpena ada dikisaran angka 20 sampai 25 persen.

“Kendala tidak sampai berkontribusi 20 sampai 25 salah satunya adalah telat mendaftar, nah hal seperti ini kedepannya harus dibenahi,” ujar Yadi.

Saat ini – ujar Yadi, program NPCI Kota Bandung fokus untuk menjadi juara umum Peparda VII/2026  di Kabupaten Indramayu.

“Kami mohon dukungannya dari semua pihak yaitu pemerintah, warga Bandung termasuk dari media sebagai mitra kerja NPCI Kota Bandung,” kata Yadi.

Menyinggung event cabor tenpin bowling, Yadi mengatakan sebetulnya tidak ada agenda dan anggaran untuk event tersebut. Namun karena NPCI Kota Bandung dituntut untuk menyelenggakan event pada tahun  ini , maka digelarlah event tenpin bowling.

“Sisi lain dari digelarnya event bowling adalah untuk memancing kita menjadi tuan rumah Pekan Paralimpik Daerah (Peparda) 2026, meski sebetulnya Kabupaten Indramayu menjadi tuan rumah (Peparda) namun mereka tidak memiliki venues Bowling. Untuk itulah cabor bowling Peparda tahun depan akan dilaksanakan di Kota Bandung,” ujar Yadi.

Gelaran event tenpin bowling – lanjut Yadi, sekaligus untuk melakukan tes sejauh mana kekuatan dan kemampuan pebowling NPCI Kota Bandung untuk berkontribusi ke Jabar. Tentu hal ini diluar pebowling Pelatnas.

Ditempat yang sama Sekretaris Umum NPCI Kota Bandung Djumono menegaskan ihwal penyelenggaran tenpin bowling yang akan digelar sehari, 18 Desember 2025 di Siliwangi Bowling Centre Kota Bandung. Event ini menurut Djumono untuk mengukur kadar kekuatan dan ajang persiapan Peparda 2026. Diharapkm cabor bowling masuk kedalam cabor yang dipertandingkan.

“Sesuai SK Gubernur, event Peparda tahun depan akan mempertandingkan 16 cabor termasuk bowling didalamnya. Dengan demikian event tanggal 18 Desember nanti yang sifatnya open turnamen bisa menjadi acuan guna mempersiapkan diri, khususnya bagi atlet, kontingen dan panitia pelaksana jika nanti ditunjuk menjadi tuan rumah penyelenggara cabor bowling Peparda 2026. Event bowling nanti akan diikuti kurang lebih 80 atlet bowling dengan 8 klasifikasi yang dipertandingkan termasuk kelas non disabilitas anak-anak pelajar SMA,” ujar Djumono.

Djumono mengatakan saat ini penitia event bowiling sedang menyiapkan penyelenggaraan termasuk aksebilitas untuk atlet yang dalam penilian Djumono masih banyak yang perlu dibenahi, khususnya untuk atlet pemakai kursi roda.

“Kita sudah berbicara dengan pengelola disana (Siliwangi Bowling Centre) ternyata cukup mahal untuk membenahi akses disabilitas. Namun keinginan kita adalah keinginan bersama bahwa atlet bowling yang tersebar di Jabar sama-sama ingin mengukur kekuatan di event tenpin bowling nanti,” ungkap Djumono. (den)

 

 

 

 

Leave a Response