Bandung Raya

Makan Bergizi Gratis: Bergizi atau Bikin Sakit? KBB Kembali Diguncang Keracunan

272views

KBB. BANDUNGPOS ID .
Kabupaten Bandung Barat (KBB) kembali memikirkan masalah serius terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kejadian terbaru terjadi pada tanggal 11 November 2025, di mana 13 siswa SMP Bina Karya di Desa Cimanggu, Kecamatan Ngamprah, diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi makanan dari program tersebut sekitar pukul 12.00 WIB.

Gejala yang dialami oleh para siswa meliputi nyeri perut yang hebat, mual, pusing, hingga muntah-muntah. Respons cepat dilakukan dengan memberikan penanganan medis di sekolah. Namun karena kondisi yang memburuk, satu siswa terpaksa dirujuk ke RS Cahya Kawa Luyan untuk mendapatkan perawatan lebih intensif. Pihak berwenang terus menjaga kondisi siswa lainnya untuk mengantisipasi kemungkinan munculnya gejala serupa.

Sebelumnya, KBB juga mencatat serangkaian kasus keracunan MBG yang meresahkan. Pada 24 September 2025, puluhan siswa dari berbagai tingkatan pendidikan, mulai dari SD, MTs, hingga SMK di Cipongkor, mengalami keracunan setelah mengonsumsi MBG. Mereka dilarikan ke kantor kecamatan untuk mendapatkan bantuan medis. Keluhan yang dirasakan serupa, yaitu pusing, mual, dan bahkan kejang-kejang.

Lebih memprihatinkan lagi, pada 22 September 2025, lebih dari 400 siswa di kecamatan yang sama menjadi korban keracunan MBG. Dinas Kesehatan Jawa Barat mencatat bahwa sebanyak 230 orang diduga keracunan MBG di KBB telah tertangani hingga 30 Oktober 2025. Namun, jumlah korban terus bertambah, mencapai 1.333 siswa yang mengalami keracunan MBG di Bandung Barat. Beberapa pasien yang sudah sembuh bahkan mengalami gejala kambuh karena kurang menjaga pola makan.

Menangapi serangkaian kejadian ini, Pemerintah Kabupaten Bandung Barat melakukan langkah evaluasi terhadap 85 dapur yang terlibat dalam program MBG. Evaluasi ini dilakukan karena dapur-dapur tersebut belum memiliki sertifikasi kesehatan yang memadai. Khusus untuk dapur di Cipongkor, pemerintah telah menutupnya sementara untuk keperluan penyelidikan lebih lanjut.

Kasus keracunan massal akibat program MBG ini tercatat terjadi di delapan klaster, meliputi Kecamatan Cipongkor (2 kasus), Cihampelas (1 kasus), Cisarua (2 kasus), Padalarang (1 kasus), dan Lembang (2 kasus). Total korban dari seluruh klaster ini mencapai lebih dari 2.110 orang. Pemerintah daerah diharapkan segera mengambil tindakan tegas dan komprehensif untuk mengatasi masalah ini, serta menjamin keamanan dan kesehatan siswa dalam program MBG. ( Iding/bnn )

Leave a Response