Menang atau Rusuh? Drama Selangor FC vs Persib Berakhir Ricuh, Steward Diduga Jadi Pemicu

PETALING JAYA, BANDUNGPOS.ID — Laga antara Selangor FC dan Persib Bandung di Stadion MBPJ, Petaling Jaya, Malaysia, Kamis (6/11/2025), berubah menjadi drama penuh ketegangan. Pertandingan yang seharusnya menjadi ajang adu gengsi di kancah AFC Champions League Two itu berakhir ricuh setelah Persib menang dramatis dengan skor 3–2. Namun, euforia kemenangan Maung Bandung harus ternoda dengan membuktikan antar suporter yang mencoreng sportivitas kedua tim.
Kerusuhan diduga bermula dari kekecewaan mendalam suporter Selangor FC terhadap hasil pertandingan dan performa tim mereka. Kekalahan tersebut sekaligus menyingkirkan Selangor FC dari turnamen, memicu kemarahan penggemar yang menilai manajemen tim gagal memenuhi ekspektasi. Situasi semakin panas ketika pertandingan memasuki menit ke-88, saat petugas keamanan menahan sejumlah Bobotoh yang mencoba mendekati lapangan. Aksi tersebut justru memancing reaksi balik dari pendukung tuan rumah dan membuat pertandingan sempat terhenti beberapa menit.
Usai peluit panjang dibunyikan, ketegangan di dalam stadion tidak kunjung reda. Para pemain Persib yang merayakan kemenangan di depan pendukungnya dianggap mengkhawatirkan suasana. Ribuan suporter Selangor FC kemudian turun ke lapangan dan melakukan protes keras, sementara ratusan Bobotoh tertahan di dalam stadion karena massa Selangor memblokade area luar. Situasi ini menciptakan kondisi yang mencekam dan memaksa aparat keamanan mengevakuasi pemain serta ofisial Persib ke ruang tertutup demi alasan keselamatan.
Menariknya, sejumlah laporan di media sosial menyebutkan bahwa steward atau petugas keamanan stadion justru menjadi pemicu utama yang memaksa. Akun fanbase Persib, blueblood_id, bahkan menyebut bahwa tim ultras Selangor FC membenarkan dugaan tersebut. Peran pramugara yang seharusnya menjaga kini dibicarakan, karena diduga ada tindakan provokatif yang memperbolehkan situasi di lapangan. Dugaan ini masih dalam proses penyelidikan oleh otoritas setempat.
Kericuhan tersebut menyebabkan kerugian materiil dan trauma bagi suporter yang hadir di stadion. Beberapa Bobotoh dilaporkan mengalami sesak napas akibat ketakutan, sementara fasilitas stadion mengalami kerusakan ringan. Para pemain Persib dan tim resmi sempat tertahan lebih dari satu jam di dalam stadion sebelum akhirnya bisa keluar dengan pengawalan kepolisian Malaysia.
Kepala Komunikasi Persib Bandung, Adhi Pratama, mengatakan berakhirnya masih menunggu laporan resmi terkait penyebab pastinya dihasilkan. “Kami akan berkoordinasi dengan panitia pertandingan dan pihak keamanan Malaysia untuk memastikan penyebab serta langkah antisipasi ke depan,” ujarnya. Adhi menegaskan, Persib berkomitmen menjaga hubungan baik antar suporter dan berharap kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.
Insiden ini menjadi peringatan bagi seluruh klub dan federasi sepak bola Asia untuk memperkuat sistem keamanan dan menumbuhkan sportivitas, agar sepak bola tetap menjadi hiburan, bukan sumber perpecahan. ( Iding/bnn )





