Bandung Raya

Ancaman Maut Debt Collector di Margahayu: Polisi Buru Pelaku, Jalanan Harus Aman!

207views

KAB. BANDUNG, BANDUNGPOS ID. — Aksi brutal seorang debt collector di Margahayu, Kabupaten Bandung, berakhir panjang. Seorang pengemudi ojek online (ojol) menjadi korban kekerasan dan ancaman maut setelah mencoba membantu pengendara lain. Polisi bergerak cepat dan kini tengah memburu pelaku utama yang berhasil melarikan diri.

Peristiwa itu terjadi pada Rabu, 5 November 2025, di kawasan Jalan Kopo Bihbul, Margahayu Tengah. MI (25), seorang pengemudi ojol, awalnya hanya berniat membantu ketika melihat dua pria yang mengaku sebagai debt collector menarik paksa seseorang kendaraan di pinggir jalan.
Namun, ketika MI menanyakan surat tugas sambil merekam dengan ponselnya, salah satu pelaku justru naik pitam. Dalam hitungan detik, ponsel korban dirampas dan rusak, disertai ancaman kekerasan yang membuat suasana memanas.

Kekerasan tersebut tidak hanya merugikan korban secara materi, tetapi juga menimbulkan trauma yang mendalam.
“Saya cuma tanya baik-baik, tapi langsung diancam. Mereka bilang dalam bahasa Sunda, ‘Ke mun panggih deui di jalan, paruh!’,” ujar MI dengan suara bergetar.
Ancaman itu berarti “kalau ketemu lagi di jalan, habis kamu!”, menandakan niat jahat yang serius dari pelaku.

Situasinya nyaris tidak berhasil diselesaikan oleh dua petugas keamanan (satpam) yang kebetulan berada di lokasi. Kedua sigap melerai upaya pemukulan yang ingin dilakukan pelaku. Kesaksian mereka kini menjadi kunci penting dalam proses penyelidikan Polsek Margahayu. Pihak kepolisian memastikan bukti dan keterangan para saksi telah dikumpulkan untuk memperkuat proses hukum terhadap pelaku.

AKP Hasbi ASK Sidiqie dari Polsek Margahayu menegaskan, kasus ini akan diselesaikan secara tuntas. “Tidak ada tempat bagi aksi premanisme di jalanan. Siapapun yang mengancam atau melakukan kekerasan akan kami tindak tegas,” ujarnya.
Polisi telah mengamankan satu pelaku, sementara seorang lainnya masih dalam kedamaian.

Warga berharap kasus ini menjadi pelajaran agar praktik debt collector ilegal yang kerap meresahkan masyarakat segera diberantas. Bagi para pengemudi ojol dan pengguna jalan, kejadian ini menjadi pengingat keras bahwa keberanian menegakkan kebenaran terkadang berisiko tinggi, namun keadilan harus tetap ditegakkan. ( Iding/BNN )

Leave a Response