Kolom Sosial Politik

JURNALIS AL JAZEERA Mata dan Telinga Kekejaman Zionis Israel

289views

 

Oleh: Ridhazia

PUBLIK dunia kini kehilangan mata dan telinga sekaligus saksi kekejaman tentara zionis di Jalur Gaza Utara, Palestina.

Jurnalis Al Jazeera Anas al-Sharif yang selama ini paling getol melaporkan liputan langsung dari daerah konflik tewas akibat serangan udara Israel.

Ia dikenal sebagai jurnalis pemberani, juga peliput paling konsisten dari garis depan perang Israel-Hamas yang pecah di Gaza sejak 7 Oktober 2023.

Siapakah Sharif?

Anas Al-Sharif lahir pada 1996 di Kamp Pengungsi Jabalia, Jalur Gaza. Dia sarjana komunikasi massa dengan fokus media penyiaran di Universitas Al-Aqsa.

Dia memulai kariernya setelah magang di Al-Shamal Media Network sebelum bergabung dengan Al Jazeera sebagai koresponden Gaza Utara.

Pada Desember 2023, tanda- tanda dia menjadi target Israel ketika rumah dan keluarganya di Jabalia dibombardir militer Israel.

Almarhum kini tercatat menjadi salah satu dari 238 jurnalis yang meregang nyawa dalam konflik Israel-Hammas.

Sedangkan Al Jazeera (الجزيرة) yang berarti “pulau” atau “jazirah” dimana Anas Al Sharif bekerja adalah stasiun televisi berbahasa Arab dan Inggris yang berbasis di Doha, Qatar yang beroperasi sejak 1996.

Stasiun TV ini menjadi populer setelah serangan 11 September 2001. Sebagai jaringan berita, internasional Al Jazeera menjadi stasiun TV yang berhasil menyaingi kesuksesan British Broadcasting Corporation (BBC) yang berdiri sejak 1922 dan berpusat di London, Britania Raya. *

* Ridhazia, dosen senior Fidkom UIN Sunan Gunung Djati Bandung, jurnalis dan kolumnis, pemerhati psikologi dan komunikasi sosial politik, bermukim di Bandung, Jawa Barat.

Leave a Response