Olahraga

Agung Satria Negara Siap Cetak Hattrick di ADCC Internasional Grap 2025

257views

 

Bandung, BANDUNGPOS – Rasa percaya diri kini menelikung seorang Agung Satria Negara jelang tampil di Kejuaraan ADCC (Abu Dhabi Combat Club) Internasional Grap yang akan digelar di Phuket, Thailand pada Sabtu, 2 Agustus 2025 mendatang, tepatnya di Central Mini Convention Hall, Phuket.  Agung akan membawa nama Indonesia di kejuaraan Grappling Superfight tersebut.

“Persiapan sudah dilakukan jauh-jauh hari, karena saya berprinsip setiap hari adalah persiapan. Jadi sebetulnya tak ada persiapan khusus. Meski demikian soal teknik, fisik dan mental tetap saya jaga ritmenya,’ ujar Agung saat jeda di berlatih di Garasi Bootcamp, Café Laswee Jalan Laswi Kota Bandung, Rabu (30/7/2025).

Sebagai pendiri Satria Negara Fighting Camp, Agung mengatakan intensitasnya tampil di beberapa kejuaraan grappling adalah untuk memberi inspirasi dan motivasi bagi atle-atlet muda, baik dilingkup amatir maupun profesional. Dan diantara atlet-atlet muda binaannya tersebut, ada diantaranya yang akan mengikuti Babak Kualifikasi (BK) Porprov XV/2026, kejuaraan Max Martial Arti (MMA) amatir dan  kick boxing.

“Bagi saya usia hanyalah sebatas angka. Semangat harus tetap jalan. Yang jelas hidup harus menorehkan prestasi supaya dalam sejarahnya nanti di Indonesia ada torehan nama Agung Satria Negara. Meski usia saya  menginjak 48 tahun namun alhamdulilah masih bisa berprestasi di level nasional dan internasional,” ungkap Agung.

Penampilan Agung di Phuket nanti adalah kejuaraan grappling series III. Series pertama di Bangkok dan series kedua di Bali menobatkan Agung sebagai juara. Agung berharap di series III di Phuket 2 Agustus mendatang, gelar juara akan kembali digenggamnya. Series- series berikutnya akan diadakan di Australia dan Filipina.

“Lawan saya nanti datang dari Spanyol atas nama Said Anton Gutierez. Kemudian dari tuan rumah Thailand atas nama Thien Warder dan dari Kanada atas nama Sebastien LeComte. Lawan yang perlu saya waspadai dari Spanyol. Mereka mempunyai teknik dan fisik yang cukup bagus. Untuk Series yang sekarang baru saya satu-satunya yang menjadi wakil Indonesia untuk bertarung di ADCC Interasional Grap,” ujar Agung.

Kejuaraan Dunia Grappling yang digelar ADCC merupakan penyelenggaraan turnamen submission grappling yang sangat bergengsi. Turnamen ini diadakan setiap dua tahun sekali dan dianggap sebagai salah satu turnamen grappling paling bergengsi di duniadan sering disebut sebagai “Olimpiade Grappling”. ADCC menerima atlet dari berbagai disiplin grappling, termasuk gulat, judo, sambo, catch wrestling, dan tentu saja, Brazilian Jiu-Jitsu (BJJ). Turnamen ini pertama kali diadakan di Abu Dhabi, UEA pada tahun 1998.

Usai bertarung di ADCC Internasional Grap, selanjutnya pada tanggal 3 sampai 5 Agustus, Agung akan mengikuti kepelatihan untuk sertifikasi Internasional Agung juga mengucapkan terimakasih kepada Walikota Bandung dan Wakil Walikota atas perhatian yang telah diberikannya selama ini. Juga kepada Kepala Dinas Cipta Karya, Bina Kontruksi dan Tata Ruang (Diciptabintar) bidang Pengawasan dan Pengendalian Pemkot Bandung — tempat Agung berkantor selama ini, yang telah memberikan dispensasi berupa kelonggaran waktu berlatih guna mengikuti event-event kejuaraan yang akan diikuti.

Disinggung ihwal pendirian Satria Negara Fighting Camp (SNFC) Kota Bandung, Agung mengatakan semua berawal saat mewabah pandemi Covid-19. Tempat berlatihnyapun mengambil tempat di garasi rumahnya di Jl. Simfoni, seputaran Turangga Kota Bandung.

“Karena kemudian tetangga banyak yang ikut berlatih akhirnya saya terinspirasi untuk mendirikan Satria Negara Fighting Camp (SNFC). Memasuki tahun kelima berdiri, SNFC menarik perhatian 1000 anggota untuk bergabung. Saat ini anggota yang aktif mencapai 542 orang. Selain di Jalan Simponi dan Bootcamp jalan Laswi, SNFC kini tersebar di Antapani, Cipedes Bogor dam Jogjakarta,” ungkap Agung.

Saat ini semua trainer SNFC sudah bersertifikasi resmi dan merupakan lulusan Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan (FPOK) UPI Bandung, serta memiliki latar belakang kepelatihan yang professional. (den)

 

 

 

 

 

 

 

Leave a Response