
Bandung, BANDUNGPOS.ID – “Liga Karate Antar Pelajar Panggung Para Juara Seri II” kembali digelar mulai 27 hingga 29 Juni 2025 di GOR KONI Kota Bandung. Liga Karate sarat gengsi ini menurut Ketua Panitia Pelaksana Dadang Ginanjar adalah gelaran yang kedua. Adapun Seri pertama telah digelar pada Januari lalu. Sedangkan Seri III akan dilaksanakan pada Oktober mendatang.
“Hal pertama yang ingin saya katakan adalah ucapan terimakasih kepada Bapak Kepala Dinas Pendididikan (Kadisdik) Jabar Bapak Purwanto beserta jajarannya, ada Pak Sekdis. Kemudian ada Pak Kabid Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus (PKLK) SMK dan SMA. Ucapan terimakasih juga untuk Pak Kadispora Jabar serta Ketua Umum FORKI Jabar beserta jajaran,” ujar Dadang membuka percakapan, Jumat (27/6/2025) di GOR KONI Kota Bandung Jalan Jakarta.
Sebagai kilas balik – urai Dadang, kejuaraan ini digelar lantaran ada sejumput keresahan dikalangan orangtua. Konon, jalur prestasi atlet non akademik itu sangat terbatas untuk cabang olahraga (cabor) karate. Artinya jalur akademik hanya ada di Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) yang poinnya tinggi.
“Nah berawal dari situ, karena O2SN mengerucut menjadi 2 atlet masing-masing satu putra dan satu putri dan itupun hanya untuk tata gerak saja. Akan halnya di cabor karate banyak kelas yang dipertandingkan . Berawal dari titik inilah para orangtua memberi masukan kepada kami hingga akhirnya kami menggelar “Liga Karate Antar Pelajar Panggung Para Juara” yang mendapat rekomendasi dari Disdik Jabar,” papar Dadang.
Sejak seri pertama digelar banyak pelajar yang lolos masuk sekolah dengan menggunakan jalur prestasi. Pada gelaran seri II ini kemungkinan jalur prestasi bisa digunakan ditahun ajaran baru di tahun depan.
Dadang mengatakan “Liga Karate Antar Pelajar Panggung Para Juara” boleh dikatakan seperti open turnamen karena pesertanya boleh dari dojo, sekolah ataupun klub. Dadang menegaskan, pada piagam prestasi itu dicantumkan nama sekolah sebagai referensi untuk jalur prestasi.
“Selain ada medali untuk para juara serta piagam prestasi, kitapun memberikan uang pembinaan untuk katagori best of the best. Nantinya pada akhir seri kejuaraan (seri III) kita ambil tiga atlet dengan poin tertinggi (akumulatif), masing-masing 2 kumite dan 1 kata untuk diberangkatkan bertanding diluar negeri. Jadi follow up dari kejuaraan ini selain jalur prestasi, juga kami berangkatkan untuk bertanding diluar negeri,” ungkap Dadang yang juga marketing dari event organizer Dream n Doit (DND.net) yang fokus untuk kejuaraan karate.
“Liga Karate Antar Pelajar Panggung Para Juara” nampaknya sangat diminati peserta. Tercatat pada seri I dan sekarang menjelang seri II lebih dari 500 peserta ikut serta. Sebuah catatan angka cukup fenomenal untuk gelaran sebuah kejuaraan karate yang baru seumur jagung.
Lantaran sifatnya open turnamen, walhasil peserta datang antara lain dari kota/kabupaten Tasikmalaya, Kabupaten Garut, Kota/kabupaten Bogor, Depok, Purwakarta dan Subang. Disinggung ihwal inovasi penyelenggaraan. Dadang mengatakan akan dimulai pada penyelengaraan ditahun depan.
“Dari seri I sampai seri III mungkin standar penyelenggaraan akan sama. Insya Allah pada penyelenggaraan ditahun depan kita akan mencoba memulai dengan inovasi baru penyelenggaraan. Bentuknya seperti apa, tentu masih kita rancang ,” ujar Dadang. (den)





