Olahraga

Dwi Jati Utomo Pimpin Wushu Jabar

537views

Bandung, BANDUNGPOS.ID – Mayjen TNI (Purn) Dwi Jati Utomo menjadi calon tunggal untuk menakhodai cabang olahraga (cabor) Wushu Jabar masa bakti 2025-2029. Kepastian pensiunan Jenderal bintang dua tersebut untuk memimpin wushu Jabar  terlihat pada acara Musyawarah Olahraga Provinsi Luar Biasa (Musorprovlub) Pengprov Wushu Indonesia (WI) Jawa Barat yang dilaksanakan di Hotel Grand Preanger Jalan Asia Afrika Kota Bandung, Minggu (11/5/2025).

Musorprovlub dibuka oleh Kepala Bidang (Kabid) Organisasi dan Daerah Pengurus Besar (PB) Wushu Indonesia (WI) Yusran Kisra. Tampak hadir Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Jabar Herry Antasari dan Ketua Umum KONI Jabar HM. Budiana.

“Setiap pelaksanaan Musorprovlub itu harus sesuai dengan AD/ART PB Wushu Indonesia. Organisasi yang baik tentu akan menghasilkan input yang baik pula. Beberapa atlet wushu Jabar selalu menjadi tulang punggung kekuatan nasional. Dengan kepengurusan yang baru saya harap bisa lebih berprestasi daripada pengurus sebelumnya,” ujar Yusran Kisra.

Saat ini – ujar Yusran, hanya ada satu atlet wushu Jabar penghuni Pelatnas. Padahal seharusnya lebih dari satu atlet mengingat banyaknya penduduk Jabar.

“Ada 10 nomor yang dipertandingkan di wushu. Kalau Jabat hanya terwakili satu atlet saja tentu masih kurang. Dengan ketua umum yang baru, kami menaruh harapan besar mampu menghasilkan prestasi terbaik,” kata Yusran.

Ditempat yang sama, Kadispora Jabar Herry Antasari menyampaikan kepada semua cabor – atas instruksi Gubernur Jabar, bahwa olahraga ini adalah garda terdepan dalam membangun karakter, selain tentu tujuan akhirnya adalah prestasi yang bisa membawa harum Jabar.

“Kami menyambut baik dan mensuport apa yang sudah dilakukan Pengprov Wushu Jabar yang menjaga kesinambungan organisasi dengan digelarnya Musorprovlub. Bagaimanapun roda organisasi harus tetap berjalan dan ada ketuanya sehingga prestasi tetap terjaga,” tutur Herry.

Menurutnya, secara umum prestasi cabor wushu Jabar sudah membanggakan. Herry berharap dengan kontribusi cabor wushu – khususnya di pelaksanaan PON, bisa terus meningkat.

“Intinya, Pemprov Jabar akan terus mendukung ekosistem olahraga, baik itu di KONI Jabarnya, di Pengprovnya ataupun di Pengcabnya dengan prinsip olahraga harus menjadi garga terdepan dalam merubah mindset atlet, generasi muda dan ekosistem olahraga,” tegas Herry.

Ketua Umum KONI Jabar HM. Budiana melihat akan banyak pekerjaan rumah dipundaknya ketua umum Pengprov WI Jabar yang baru, Dwi Jati Utomo.

“Kita doakan semoga Pak Dwi Jati Utomo bisa membawa cabor wushu Jabar lebih berprestasi lagi di berbagai event.  Kami – KONI Jabar, dan Dispora selalu mendorong prestasi atlet apapun itu cabornya. Antara Dispora dan KONI Jabar saya kira linier, argumennya sama,” ungkap Budiana.

Menurut Budiana saat ini ada tantangan besar terkait ekosistem di era disrupsi dimana teknologi, inovasi dan perubahan sosial secara signifikan mengubah industri, bisnis dan cara hidup manusia secara keseluruhan.

“Kita ini seperti berada di rumah kaca, artinya berbagai sikap dan perilaku kita mudah dilihat orang. Maka ujung-ujungnya amanah saja dalam menjalankan roda organisasi. Hal ini semata-mata untuk kebesaran prestasi wushu Jabar,” tutur Budiana.

Di statemen pamungkas, ketua umum terpilih Pengrov WI Jabar Mayjen TNI (Purn) Dwi Jati Utomo mengucapkan terimakasih atas dukungan dari PB WI, Dispora dan KONI Jabar  kepada dirinya untuk memimpun wushu Jabar.

“Insya Allah saya akan mendedikasikan diri saya untuk memajukan wushu Jabar. Banyak masukan yang saya dapat, baik dari PB, KONI Jabar maupun pengurus lama bahwa wushu  Jabar masih ada dibawah provinsi lain,” ujar Dwi Jati Utomo.

Beberapa program yang bagus akan dibuat Pengprov  wushu Jabar dengan supporting dari PB WI, Dispora dan KONI Jabar.

“Jabar ini potensinya besar. Jadi sayang sekali kalau hanya seorang yang mewakili timnas padahal nomor-nomor yang dipertandingkan begitu banyak. Oleh karena itu kami akan melakukan koordinasi se intens mungkin dengan PB WI, Dispora, KONI Jabar maupun seluruh stake holder yang peduli terhadap olahraga di Jabar,” tutur Dwi Jati Utomo.

Untuk program jangka pendek, Dwi Jati Utomo mengurai ihwal pesiapan Pekan Olahraga Provinsi (POPROV) 2026. Di ajang Pengprov, Wushu Jabar akan mencari talenta-talenta muda berbakat untuk tampil di ajang multi event.

“Saya berharap cabor wushu  dipertandingkan di PON 2028 di NTT/NTB dan wushu Jabar siap tampil maksimal guna memberi kontribusi medali untuk kontingen Jabar,” tegas Dwi Jati Utomo. (den)

 

 

 

 

 

 

 

Leave a Response