Oleh Ridhazia
GARUDA Muda tumbang oleh timnas Kim Jong Un U-17 dengan skor telak 0-6 dalam pertandingan penyisihan grup Piala Asia U-17 2025.
Semua Cair
Olahraga tak mengenal perbedaan kebudayaan. Bahkan, orientasi politik dan agama.
Buktinya, skuad Korut yang secara konstitusi sebagai mewakili negara ateis bisa saja bermain di Saudi Arabia, pusat agama Islam. Dan, skuad komunis itu berhadapan dengan Indonesia, pemain asal negara muslim terbesar.
Tak ada Muslim
Tak ada ada seorang pun penduduk negara Kim Jong-un yang beragama Islam. Kecuali warga negara asing yang bekerja di kedutaan.
Bahkan di negara ini hanya ada satu masjid bernama Masjid Ar-Rahman. Tempat ibadah itu sebatas memenuhi internal Kedutaan Besar Iran di Pyongyang.
Bukan Kaleng-kaleng
Sepakbola Korea Utara ternyata moncer. Sepakbola adalah olahraga paling populer Bahkan menjadi olahraga rakyat yang dianjurkan untuk ditonton.
Pasalnya, pendiri Korut Kim Il-sung adalah penggemar berat sepakbola. Tahun 1956, ia mendirikan klub sepakbola terbesar di Korut yakni Pyongyang Sports Club yang bermarkas di Stadion Kim Il-sung, Pyongyang.
Timnas U-17 Korut juga pernah menjadi juara Piala Asia U-17 tahun 2004. Bahkan juara Piala Asia 2014 setelah menaklukkan tim musuh tetangganya Korsel 2-1. Pada Piala Asia U-17 2006, Korut juga tampil di final. Namun kalah (2-4) dari Jepang.
Timnas Korut U-17 juga tiga kali lolos ke semifinal Piala Asia 1986, 1992 dan 2016. Dua kali berlaga di Piala Dunia. Pertama di Piala Dunia Inggris 1966. Kalah (0-3) dari Uni Soviet, Chili (1-1), menang atas Italia (1-0).
Pernah pula lolos ke perempatfinal sebelum dikalahkan Portugal (3-5). Bahkan Piala Dunia Afrika Selatan 2010, Korut sempat bermain di fase grup. Kalah (1-2) dari Brasil, Portugal (0-7), dan Pantai Gading (0-3). *
* Ridhazia, dosen senior Fidkom UIN Sunan Gunung Djati Bandung, jurnalis dan kolumnis, pemerhati psikologi dan komunikasi sosial politik, bermukim di Bandung, Jawa Barat.





