Oleh Bachtiar Adnan Kusuma.S.Sos.MM
Sejatinya, kita menulis topik apa saja yang kita mau tulis. Asal saja, sebagai pemula kita bisa menulis tentang apa saja yang membuat kita terbangun di malam hari. Selain karena pada malam hari pergolakan emosi semakin menjadi-jadi, hal itu membuat kita bisa menulis apa saja. Apalagi seusia penulis di atas kepala lima, kita menunaikan salat tahajud, kemudian dilanjutkan menulis. Ibarat air bak, ide-ide menulis meluncur begitu saja tanpa ada hambatan.
SEJATINYA, tak ada resep yang spesial dalam menulis yang diamini oleh setiap pakar. Jujur, karena setiap orang memiliki gaya, style, dan genre masing-masing. Apalagi menulis secara ekspresif bukan tentang sejauh mana baiknya kita menulis, namun seberapa ekspresif atau terbuka kita menguraikan apa yang kita rasakan dan tuliskan di atas kertas atau tuts-tuts laptop.
Sejatinya, kita menulis topik apa saja yang kita mau tulis. Asal saja, sebagai pemula kita bisa menulis tentang apa saja yang membuat kita terbangun di malam hari. Selain karena pada malam hari pergolakan emosi semakin menjadi-jadi, hal itu membuat kita bisa menulis apa saja. Apalagi seusia penulis di atas kepala lima, kita menunaikan salat tahajud, kemudian dilanjutkan menulis. Ibarat air bak, ide-ide menulis meluncur begitu saja tanpa ada hambatan.
Karena itu, langkah pertama, kita perlu menentukan format yang sesuai dengan kebutuhan diri kita. Apakah kita menulis di buku catatan, atau menuangkannya langsung di blog dengan cara privat, atau mengetiknya di laptop dengan menggunakan piranti lunak, semisal Microsoft Word, Google Docs, atau Apple Pages.
Nah, penulis mengadopsi cara WRITE yang digunakan Kathleen Adams, Direktur Therapeutic Writing Institute dan Center for Journal Therapy.
Apa itu WRITE? Pertama, W atau What, apa yang ingin kita tulis? Berilah nama atau judul besar.
Kedua, R atau Review, yaitu tinjau atau renungkan topik kita dengan cara menutup mata, menarik napas dalam-dalam, serta fokus.
Ketiga, I atau Investigate, yaitu menyelidiki pikiran dan perasaan kita, lalu mulailah menulis dan teruslah menulis.
Keempat, T atau Time, yaitu atur waktu sendiri dan menulislah selama 30 menit setiap hari secara berkesinambungan.
Kelima, E atau Exit, yaitu keluarlah secara cerdas dengan membaca kembali apa yang telah kita tulis dan merefleksikannya dalam satu atau dua kalimat.
Apa yang telah kita tulis, sebaiknya kita baca berulang-ulang dan melakukan koreksi atau teknik editing. Selain itu, dengan membaca berulang-ulang tulisan yang telah kita buat, kita akan mempersempit munculnya kesalahan tulisan yang telah kita tulis, dan membuat tulisan menjadi lebih sempurna.
Karena itu, menulis berarti mengartikulasikan perasaan kita ke dalam sebuah tulisan. Tujuannya agar membantu kita mengurangi stres dan menjaga stamina serta kesehatan fisik kita. Kuncinya, menulislah…. [Bachtiar Adnan Kusuma, Ketua Forum Nasional Penerima Penghargaan Tertinggi Nugra Jasadharma Pustaloka Perpustakaan Nasional]





