Seni Budaya

“Kasidah Cinta Al-Faruq” Dipentaskan di Rumentang Siang

577views

 

SundaNews (21/30/2025). Apip Catrixs dan Rinrin Candraresmi merupakan narator sebagai suami istri dari Sa’ad bin Zaid dan Fatimah binti Khattab yang menceritakan tentang kakaknya yaitu Umar Al-Faruq (Umar bin Khattab) dari sebelum masuk Islam hingga menjadi seorang pejuang Islam yang pemberani. Pementasan Kasidah Cinta Al-Faruq dipentaskan pada Rabu dan Kamis, 19-20 Maret 2025, di Gedung Kesenian Rumentang Siang Jl. Baranangsiang No. 1, Kosambi, Bandung.

Dalam rangka menyambut bulan Ramadhan 1446 Hijriyah, Teater Senapati Bandung kembali menggelar drama musik religi Sunda bertajuk Kasidah Cinta Umar Al-Faruq. Diselenggarakan di Gedung Kesenian Rumentang Siang, Bandung. Drama musikal ini merupakan bagian dari rangkaian pertunjukan episodik Kasidah Cinta yang menjadi agenda tahunan Teater Senapati sejak tahun 2006. Sebelumnya, berbagai judul telah dipentaskan, seperti Kasidah Cinta Jalma-jalma nu Iman (2006), Kasidah Cinta Sang Muadzin (2007 & 2019), Kasidah Cinta Sang Singa Allah (20078), Kasidah Cinta Sang Singa Allah (2007). (2011), hingga Qasidah Cinta Shahabiyah (2024). Tahun ini, Kasidah Cinta karya Umar Al-Faruq kembali dipentaskan setelah sebelumnya ditayangkan pada tahun 2014.

Sutradara Kasidah Cinta Umar Al-Faruq, Rosyid E. Abby mengatakan, inspirasi pertunjukan ini berasal dari sejarah perkembangan Islam, khususnya perjuangan para sahabat Nabi dalam menegakkan ajaran Islam. “Sebenarnya tahun 2014 lalu tema ini sempat diangkat. Namun saat ini kami mencoba untuk membuat ulang dengan pemain yang berbeda.

Drama ini menceritakan perjalanan Umar bin Khattab dari seorang yang sangat menentang Islam hingga akhirnya menjadi salah satu sahabat terdekat Nabi Muhammad SAW. Sebelum memeluk Islam, Umar dikenal sebagai sosok yang ditakuti dan disegani di Mekkah, serta kerap melakukan pelecehan terhadap umat Nabi Muhammad SAW. Namun setelah membaca ayat Alquran di rumah adiknya, Fatimah binti Khattab, Umar mengalami perubahan besar dan akhirnya memeluk Islam. Setelah memeluk Islam, Umar mempunyai pengaruh yang besar terhadap perjuangan Nabi. Ia menjadi pembela Islam yang tangguh, ikut serta dalam berbagai peperangan, hingga akhirnya diangkat menjadi khalifah kedua setelah Abu Bakar Ash-Siddiq.

Pada masa kepemimpinannya, Umar berhasil memperluas wilayah Islam hingga ke Persia, Mesopotamia, Syria, Palestina, dan Mesir. Ia meninggal pada tahun 644 M setelah ditikam oleh seorang anak laki-laki Persia bernama Abu Lu’luah saat ia sedang menunaikan shalat subuh.
Dalam pementasan ini Umar bin Khattab diperankan oleh Deden Syarief Milah, sedangkan tokoh Fatimah binti Khattab dan suaminya Sa’ad bin Zaid yang menjadi narator diperankan oleh Rinrin Candraresmi dan Apip Catrixs.

Drama ini juga melibatkan sekitar 50 aktor, diantaranya aktor seperti Dado Tisna, Mei Ramadhan, dan Eka Candra W., serta aktor muda dari komunitas teater kampus dan siswa SMA Pasundan 3 Bandung. Salah satu ciri Kasidah Cinta adalah penggunaan bahasa Sunda sebagai bahasa pengantar.

Rosyid menjelaskan, pemilihan bahasa tersebut bertujuan untuk mengenalkan dan membiasakan generasi muda dengan bahasa Sunda yang menurutnya sebelumnya kurang populer. (Kin Sanubary, kolektor media lawas, penggemar teater).

 

Leave a Response