Dukung Pertumbuhan UMKM, Evermos Bekali Para Pelaku Usaha dengan Diskusi Pembiayaan Syar’iah
METRO BANDUNG, bandungpos.id – Sampai saat ini, status tulang punggung perekonomian nasional masih diemban oleh Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), dengan kontribusi terhadap PDB sekira 60 persen. Sebagai pivot yang berpotensi untuk memutar roda perekonomian negara, pemodalan dan pengaturan keuangan adalah faktor kunci yang mendukung pertumbuhan dan daya saing UMKM.
Untuk membekali para pelaku bisnis yang bersangkutan, Evermos menyelenggarakan diskusi bertajuk “Mengenal Lebih Dekat Pembiayaan Syar’iah”, Selasa (17/9) di Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Provinsi Jawa Barat, Kota Bandung. Diskusi ini merupakan chapter ke-10 dari rentetan episode yang digelar oleh Evermos.
Evermos yang merupakan kependekan dari “Everyday Need for Every Moslem”, adalah platform e-commerce yang berfokus pada pemberdayaan reseller. Dalam konteks UMKM, Evermos menjadi pihak ketiga dalam rantai pasokan bisnis yang membantu mereka untuk memasarkan produk secara online.
Muhammad Hafidzhudin, salah satu perwakilan dari Evermos, menjelaskan bahwa diskusi ini menjadi wadah bagi para pelaku UMKM untuk saling bertukar ilmu dan pengalaman. Ada pun terkait waktu penyelenggaraan, diskusi ini rutin dilaksanakan setiap dua bulan sekali.
“Kegiatan ini dilaksanakan setiap dua bulan sekali, yang mana ini menjadi wadah bagi para pelaku usaha untuk saling sharing-sharing pengetahuan dan pengalaman supaya kelak mereka bisa tumbuh dan berkembang bersama-sama,” jelas Hafidzhudin.
Terkait pihak-pihak yang terlibat, Evermos juga menjalin kerja sama dengan Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Provinsi Jawa Barat untuk mengundang para pelaku UMKM yang tersebar di Kota Bandung dan sekitarnya sebagai partisipan atau objek diskusi. Diperkirakan sekitar 40-50 pelaku UMKM turut hadir dalam diskusi yang diselenggarakan.
Tidak hanya itu, Evermos juga menggandeng PT Permodalan Nasional Madani (PNM) sebagai pihak yang membuka akses terhadap pemodalan dan pendanaan bagi para pelaku UMKM.
Khusus untuk diskusi pada chapter ke-10 ini, tema yang diangkat adalah terkait pemodalan dan pendanaan bagi para pelaku UMKM. Dikarenakan aspek produksi saja tidak cukup untuk mendukung keberlangsungan dan pertumbuhan UMKM, kalau aspek pendanaannya tidak memadai. Hal ini yang sering kali menghambat pengembangan produk dan inovasi.
“Khusus untuk edisi kali ini, fokus kami adalah terkait permasalahan pendanaan. Yang mana pemasaran produk yang berkualitas bisa saja terhambat oleh faktor pendanaan yang tidak memadai. Untuk itu, diskusi ini dapat menjadi solusi konkret untuk mengkoneksikan para pelaku UMKM dengan lembaga yang bisa membantu mereka dalam aspek pendanaan,” ungkap Hafidzhudin.
Melalui diskusi ini, diharapkan UMKM dapat mengatasi tantangan yang ada dan memaksimalkan potensi mereka dalam berkontribusi terhadap perekonomian nasional.(dimas/bnn)





