Metro Bandung

Dadan Supriatna,”Bandung Sudah Menjadi Kota Angklung,”

1.2kviews

 

Bandung, BANDUNGPOS.ID – Sabtu pagi (24/8/2024) Gedung Radio Republik Indonesia (RRI) mendadak hiruk pikuk. Ternyata di pagi yang cerah itulah sedang digelar “Bandung Angklung Festival Pelajar 3”. Pesertanya murid-murid SD dan SMP.

Salah satu tim peserta yang cukup menarik perhatian yang hadir adalah SDN 255 Griya Bumi Antapani Bandung. Dengan kerudung warna kuning dan kebaya warna biru, plus aksesois mahkota di kepala, tim angklung asuhan Dadan Supriatna S.Sen ini tampak energik.

Sebagai Guru muatan lokal (Mulok) angklung SDN 255 Griya Bumi Antapani, Dadan mulai melatih angklung di SDN 255 Griya Bumi Antapani,di tahun 2022. Penampilan di RRI adalah untuk yang keempat kalinya di ajang Festival angklung.

Penampilan pertama angklung yang diikuti SDN 255 Griya Bumi Antapani Bandung adalah Lomba Angklung SD dan SMP se Bandung Raya yang diselenggarakan oleh Kadisbupar/Penyelenggara Budaya Rakyat Nusantara pada 18 November 2023 di D’Botanica Bandung Mall.

Yang kedua Lomba Angklung Pa Daeng dengan tajuk Labschool Festival Labamboos 5 bertempat di Gymnasium UPI pada 11 Mei 2024. Dan yang terakhir tampil di Peringatan Hari Jadi Kota Bandung di Festival Ciwalk pada 26 Mei 2024. Di event ketiga ini tim angklung SDN 255 Griya Bumi Antapani tampil sebagai juara Harapan 1 dan Favorit II Vocalis.

“Di RRI adalah penampilan kami yang keempatkalinya. Alhamdulilah semuanya lancar. Saya juga mengucapkan teruimakasih kepada Bunda Devi Yunita Kurniady yang merupakan pembina  di  tim angklung SDN 255 Griya Bumi Antapani. Beliau sangat memperhatikan kami. Semua kebutuhan tim angklung kami dari mulai kostum, tata rias sampai transportasi, dll, beliau yang menangggungnya,” ungkap Dadan di Gedung RRI Jalan Diponegoro Kota Bandung, Sabtu (22/8/2024).

Dadan menilai potensi anak-anak terhadap kesenian angklung saat ini sangat luar biasa. Sebagai salah satu kesenian khas Jawa Barat, anak-anak dan orangtuanya mulai memiliki rasa kepedulian terhadap seni musik  angklung.

“Kendalanya mungkin soal teknis saja. Soalnya setiap guru seni, terutama angklung pastinya berbeda-beda. Saat ini dikecamatan Antapani ada dua SD yang memiliki mulok angklung. Sebelumnya cuma ada di SD kami yaitu SDN 255 Griya Bumi Antapani. Sekarang sudah bertambah satu lagi yaitu SD 267,” ujar Dadan.

Dadan mengatakan, kendala lainnya saat melatih angklung adalah soal usia yang masih sangat anak-anak. Kalau satu atau dua kali latihan pasti tidak hapal. Oleh karena itu materi pembelajaran angklung terus kontinyu dilakukan sampai diangklung itu harus dinyanyikan didalam hati tetapi bersama nada,” jelas Dadan.

Menurutnya, di angklung harus tahu nada dasar. Kemudian nada do dan re itu bagaimana. Hal ini terus dilatih sampai anak-anak memahaminya.

Di tim angklung SDN 255 Griya Bumi Antapani, masing-masing dimainkan oleh murid kelas 1 sampai kelas 6. Dalam seminggu berlatih satu kali setiap hari Sabtu, tapi kalau menjelang ikut festival, seminggu berlatih 2 kali.

Dadan berharap dunia angklung di Jabar bisa meningkat lagi, mengingat animo dari masyarakat sangat besar, apalagi Bandung sekarang sudah menjadi kota angklung. (den)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Leave a Response